Artikel Teenage

Mempersiapkan Anak Memasuki Masa Remaja

Apa yang terlintas pada pikiran parents ketika mendengar kata remaja? Mungkin sebagian berpikiran masa yang labil, pubertas, masa pencarian jati diri dan sebagainya. Parents juga mungkin teringat bagaimana pengalaman masa remaja dulu. Ketika mulai memiliki kelompok pertemanan tertentu, memiliki idola di sekolah ataupun jatuh cinta pada teman lawan jenis.

Bagaimana Membantu Mengembangkan Regulasi Diri Anak

Sebagai orang tua, pasti pernah, ya kita melihat anak melakukan tantrum atau mengekspresikan emosinya secara berlebihan, misalnya marah-marah atau merajuk. Hal itu sebenarnya wajar jika sesekali terjadi pada anak berusia sekitar dua tahun. Namun, semakin besar, anak diharapkan untuk mampu mengontrol emosinya dan mengekspresikannya dengan tepat.

Cerdas Digital – Kesiapan Hidup Anak Jaman Now

Memisahkan diri anak dari dunia digital dapat menjadi hal yang kontraproduktif. Sebagai orangtua, yang perlu dilakukan adalah membekali anak agar siap hidup di era digital. Jika dahulu kesuksesan anak diprediksi dari level kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosionalnya (EQ), anak jaman now perlu yang namanya kecerdasan digital (Digital Quotient – DQ).

Kekerasan dan Pendidikan

Bicara soal pendidikan di Indonesia, suka tidak suka perlu mengangkat tentang kekerasan yang terjadi di dalamnya. beberapa waktu lalu terjadi, guru meninggal karena dipukul murid yang tak terima ditegur di kelas.

Resolusi Pengasuhan di Tahun Baru

Apa yang kira-kira bisa dilakukan orangtua agar bisa menjalankan dan mempertahankan resolusi pengasuhan tahun baru? Yuk coba belajar menggunakan prinsip SMART.

Mengajarkan Anak Bisa Membedakan Berita Hoax

Saat ini kita hidup di era informasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Ketika semua orang dengan smartphone bisa mempublikasi berita online, semakin sulit untuk membedakan mana berita fakta dan mana yang bukan.

Bagaimana Cara Membantu Remaja Berempati?

adakah yang bisa dilakukan, terutama oleh orangtua, untuk dapat menumbuhkan dan memuncullkan perilaku empati pada remaja? Orangtua dengan anak usia remaja, terutama di rentang usia 12 – 18 tahun dapat mencoba melakukan beberapa hal dibawah ini.

Di Saat “Likes” Lebih Penting daripada Nilai Sekolah

Ada sebuah studi dari University of California di Los Angeles yang meneliti mengenai perilaku anak sekolah dengan media sosial, yakni mereka mendapatkan bahwa likes-loves-comments menjadi barometer sebuah pergaulan di kalangan anak sekolah saat ini. Mendapatkan ketiga hal ini seperti menjadi sesuatu yang menagih bagi anak sehingga mereka selalu mencari cara bagaimana mereka dapat menjadi populer.