Warna Punya Arti Bagi Anak

By Rumah Dandelion

Sejak zaman SD, kita diajarkan bahwa pada bendera merah-putih Republik Indonesia, merah artinya berani dan putih artinya suci. Sebenarnya itu karangan orang zaman dulu saja atau warna memang punya arti-arti tersendiri ya?

Dalam ilmu psikologi, “arti warna” ini lebih dikenal dengan asosiasi warna. Asosiasi warna tersebut banyak dipengaruhi oleh warna-warna yang ada di alam semesta kita. Misalkan pada warna biru yg terlihat dalam warna langit dan laut, membuat manusia mengasosiasikannya dengan keadaan tenang, relaks, atau sunyi. Sedangkan warna merah, lebih mengarah pada semangat, percaya diri, atau bahkan marah dan agresi. Sedangkan warna abu-abu yang kerap terlihat dalam langit mendung, awan hujan, ataupun bebatuan membuat manusia mengasosiasikannya sebagai hal yang muram, depresif, atau juga diasosikan dengan ketenangan dan kekokohan.

Oleh karena itu tak jarang kita pun memilih warna-warna tertentu tanpa kita sadari. Misalnya ketika sedang memilih pakaian untuk dipakai hari ini. Secara tidak sadar kita memilih warna yang sedang menggambarkan perasaan atau suasana hati kita. Terkadang kita justru memilih secara sadar untuk meningkatkan energi atau mengubah mood hari itu. Terutama ketika kita akan menghadapi situasi yang penting, seperti presentasi, tampil di depan orang banyak, atau kencan dengan orang yang kita sukai.

Asosiasi terhadap warna itu diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh para akademisi yang pada akhirnya banyak digunakan oleh para praktisi di berbagai bidang, seperti marketing, arsitektur, dan sebagainya.

Bagaimana dengan anak-anak? Apakah anak-anak juga sudah paham dan menggunakan asosiasi warna ini? Pada anak-anak, mereka lebih banyak  “memilih” secara tidak sadar warna-warna yang mereka gunakan dalam “menggambarkan” perasaan atau suasana hatinya. Namun dorongan dari alam bawah sadarnya lah yang membuat mereka memilih warna-warna tersebut. Oleh karena itu, para pakar Psikologi Klinis Anak menggunakan media gambar dan warna untuk memahami emosi dan alam bawah sadar anak.

Nah sebagai orangtua (atau guru) yuk kita mulai perhatikan warna-warna yang digunakan anak-anak kita ketika mewarnai atau menggambar bebas.  Anak yg biasanya menggunakan warna-warna cerah, lalu kemudian berubah menjadi lebih banyak nuansa hitam, atau abu-abu, misalnya, bisa jadi itu cara anak memberitahu bahwa dalam hatinya sedang tidak enak. Orang tua yang peka dapat segera mencari tahu ada apa apakah ada kejadian di rumah atau sekolah yang bisa memicu timbulnya emosi itu. Orangtua bisa menanyakan cerita dari gambar yang dibuat anak, selain membuka ruang untuk berkomunikasi, anak pun menjadi lebih terlatih kemampuan deskriptifnya (menjelaskan suatu benda atau kegiatan).

Selamat bermain warna!

Oleh: Agstried Elisabeth Piether

One thought on “Warna Punya Arti Bagi Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>