Toilet Training 101

By Rumah Dandelion

Menurut American Academy of Pediatrics (1999), kemampuan untuk melakukan toilet training berbeda antara satu anak dan anak lainnya, tapi pada umumnya anak sudah bisa melakukan toilet training pada usia 18 – 30 bulan. Banyak orang tua yang sangat bersemangat untuk memulai toilet training sedini mungkin, tapi sayangnya transisi ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk anak. Beberapa aspek yang menandakan bahwa anak sudah siap untuk mulai dilatih adalah sebagai berikut:

  1. anak sudah dapat duduk tegak tanpa bantuan, dan akan lebih baik jika anak sudah bisa berjalan.
  2. anak sudah paham akan instruksi sederhana dan mulai mampu mengatakan tidak untuk hal-hal yang tidak ingin ia lakukan
  3. anak mampu mengangkat baju dan menurunkannya lagi
  4. anak terlihat tertarik pada aktivitas toilet, misalnya sudah mulai mengikuti orang tua saat orang tua ke toilet
  5. ada fase tidak mengompol (fase kering) dalam jangka waktu minimal 1 – 2 jam

jika memang anak sudah mampu di hampir semua poin-poin di atas, maka parents sudah mulai bisa melakukan toilet training pada anak. Berikut adalah tips-tips yang mungkin berguna bagi orang tua dan anak selama masa toilet training

Jadikan toilet training sebagai proses yang fun dan nyaman

Carilah dudukan toilet yang aman dan jika memungkinkan menarik untuk anak. Sebelum memulai training, kenalkan dulu anak pada fungsi kelaminnya dan kaitannya dengan buang air kecil atau buang air besar. Perkenalkan dengan kosa kata seperti pipis, pup, toilet, dan lain sebagainya.

Jauhkan pospak

Untuk mempermudah proses toilet training, usahakanlah mengurangi atau bahkan menghilangkan pemakaian pospak, terutama saat siang hari dan anak berada di rumah. Hal ini penting karena ketika memakai pospak, anak akan lebih sulit untuk peka terhadap kondisi basah atau kering.

Pentingnya penjadwalan

Orang tua perlu memperhatikan jadwal anak biasanya buang air. Pelajarilah jadwal tersebut dan ketika tiba waktunya, orang tua dapat membawa anak ke toilet. Misalnya saja, beberapa anak segera buang air kecil setelah bangun pagi. Maka tiap kali bangun pagi, ajaklah anak untuk langung ke toilet. Demikian juga saat malam hari. Sebelum tidur, orang tua bisa mengajak anak untuk terlebih dulu ke toilet.

Dampingi secara intensif

Mulai dari hal yang mudah dulu. Pertama kenalkan anak dengan toilet, dan cara duduk di toilet. setelah anak merasa nyaman, barulah ia belajar untuk buang air di toilet. Proses buang air besar biasanya akan lebih sulit dibanding dengan buang air kecil, terutama ketika harus membersihkan bagian kelamin setelah anak selesai buang air besar. Ajarilah anak cara membasuh, misalnya anak perempuan harus menyeka tisu dari depan ke belakang, dan tidak bolak-balik atau sebaliknya (belakang ke depan). Ajari juga anak cara mengguyur, bisa menekan tombol guyur atau menggunakan gayung, dari arah depan ke belakang. hal itu penting terutama untuk anak perempuan, sehingga kotoran dari anus tidak sampai masuk ke vagina.

Jangan membandingkan

Toilet training merupakan hal yang tidak mudah untuk anak. Maka jangan pernah tergoda untuk membandingkan kemampuan anak anda dengan kemampuan anak-anak lainnya. THanya saja, jika sampai usia 4 atau 5 tahun anak anda masih bermasalah dengan toilet training, anda dapat membawanya berkonsultasi dengan dokter anak maupun psikolog anak.

Beri semangat dan komentar positif

Hargailah usaha yang sudah dilakukan oleh anak, bahkan ketika ia masih suka sesekali mengompol atau buang air besar di celana. Kebanyakan anak tidak melakukan itu dengan sengaja, tetapi mereka memang masih dalam proses untuk bisa mengontrol diri dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>