Tips Melatih Toilet Training Anak

By Rumah Dandelion
Mengajarkan anak untuk buang air di toilet bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan dalam sekejap mata. Terdapat sejumlah tantangan tersendiri bagi masing-masing orang tua, meskipun anak sendiri sudah siap secara fisik dan mental.

Berikut merupakan tips yang dapat diberikan untuk orang tua yang hendak menjalankan toilet training untuk anak:

Menentukan kata-kata yang akan digunakan.                                                                                                                      
Menurut American Academy of Pediatrics, sebelum memulai toilet training, orang tua perlu menentukan terlebih dahulu kata-kata yang akan digunakan, seperti ‘pipis’, ‘pup’, ‘kamar mandi’, dan lain-lain. Pilihlah istilah yang tidak menyinggung, membingungkan, atau membuat malu anak maupun orang lain. Pastikan untuk tidak menggunakan kata seperti ‘jorok’ atau ‘bau’ yang dapat membuat anak merasa tidak nyaman dengan aktivitas buang air. Setelah itu, orang tua dapat mengajarkan kata-kata tersebut pada anak, supaya ketika toilet training, anak sudah familiar dengan tersebut dan lebih mudah dalam mengikuti instruksi yang diberikan oleh orang tua. Disarankan juga bagi orang tua untuk mengajarkan istilah anatomi untuk organ kelamin, yaitu ‘penis’ dan ‘vagina’, untuk membantu anak jika nanti berkomunikasi dengan guru atau dokter ketika anak merasa ada yang tidak nyaman di area organ kelaminnya.

Potty atau toilet?                                                                                                                      
Orang tua juga perlu menentukan terlebih dahulu apakah akan menggunakan potty atau toilet selama toilet training. Menurut Vicky Lansky dalam buku Toilet Training, pertimbangkan ukuran badan anak, usia anak, ukuran kamar mandi di rumah, dan jumlah kamar mandi yang tersedia di rumah. Dan yang paling penting, pertimbangkan preferensi pribadi orang tua dan anak. Jika orang tua ingin menggunakan potty untuk toilet training, ajak anak untuk memilih potty yang dia inginkan supaya anak familiar dengan potty tersebut. Jika orang tua memutuskan untuk menggunakan toilet duduk, pastikan bahwa orang tua sudah menyiapkan pijakan yang dapat digunakan anak untuk membantunya duduk di toilet. Jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak mengenai potty dan toilet serta kegunaannya.

Menjadikan cuci tangan sebagai aktivitas yang menyenangkan.                                                                                              
Selesai buang air di toilet, jangan lupa untuk mengajarkan anak untuk mencuci tangannya. Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak dengan cara mencuci tangan bersama anak. Sediakan sabun cair dan handuk tangan lucu supaya anak tidak merasa bosan.

Memberikan contoh untuk anak.                                                                                                                   
Orang tua disarankan untuk mendemonstrasikan langkah-langkah mengenai aktivitas di toilet menggunakan boneka. Selain itu, orang tua juga dapat menggunakan buku atau film (bisa lihat di youtube) yang mengajarkan anak mengenai aktivitas buang air di toilet. Hal tersebut dapat membantu anak memiliki gambaran sebelumnya. Buku tersebut juga dapat menjadi hiburan yang dibaca anak ketika menjalani toilet training sehingga anak merasa senang dan rileks ketika buang air di toilet.

Memberikan pujian untuk anak
Setiap kali anak berhasil untuk buang air di toilet, orang tua dapat memberikan pujian atau kalimat positif untuk anak, seperti “Good job,” atau “Mama senang kamu mau mencoba.”. Hal tersebut dapat membantu perkembangan self-esteem anak. Dengan self-esteem anak positif dapat menjadi pengalaman positif bagi anak dan mendorong anak untuk melanjutkan toilet training. Akan tetapi, jika anak belum berhasil mengikuti toilet training dengan baik, orang tua tidak disarankan untuk menghukumnya, bahkan memarahinya. Karena itu dapat membuat anak merasa takut dan enggan untuk menjalani toilet training.

 

Dalam menjalankan toilet training untuk anak, diperlukan kesabaran pada orang tua”

Karena toilet training merupakan suatu proses dan anak memerlukan waktu untuk mempelajari keseluruhan rangkaian proses tersebut. Bersikap tenang juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Hal tersebut diperlukan supaya orang tua dan anak tetap merasa enjoy menjalani toilet training.

 

Ditulis oleh Izzatullail Arpin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>