Tanda-tanda Anak Siap Sekolah

By Rumah Dandelion

Bila orangtua memutuskan untuk memasukkan anak ke sekolah (artikel lengkapnya bisa dibaca disini ya), kita perlu membantu agar anak lebih siap sekolah. Untuk anak yang mau masuk kelompok bermain dan taman kanak-kanak, apa sajakah tanda-tanda kesiapan sekolahnya?  

Kesiapan sekolah bisa dilihat dari berbagai macam aspek, dari personal sosial, bahasa, kognitif, motorik, dan juga yang lebih mengarah pada akademis yaitu aspek baca tulis (tapi jangan buru-buru berpikir anak sudah harus bisa baca tulis yaa!). Untuk anak usia dini, lebih mengarah pada kemampuan prabaca dan pratulisnya kok. Simak lengkapnya di bawah ini yaa…

ASPEK PERSONAL SOSIAL

Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak
  • Secara mandiri memilih dan memulai suatu aktivitas
  • Mampu berpisah dari orangtua untuk 1-3 jam
  • Tampak semangat belajar hal baru, bertemu teman baru
  • Tampak menikmati aktivitas kelompok
  • Bisa mengutarakan apa yang ia mau
  • Mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya (contoh: tahu bahwa setelah makan siang itu waktunya tidur siang)
  • Berespon dengan baik terhadap rutinitas

 

  • Mengikuti arahan, termasuk menghentikan aktivitas saat diminta
  • Bertahan dalam 1 aktivitas selama 20 menit/ lebih
  • Bermain dengan teman secara kooperatif selama 20 menit / lebih
  • Duduk di meja dan bertahan mengerjakan tugas selama 1o menit (tanpa bimbingan)
  • Meminta bantuan bila butuh
  • Menunggu giliran/ bergantian main dalam kelompok kecil (tanpa bantuan)
  • Bisa mengatasi rasa frustrasi dan kesal tanpa tantrum
  • Bisa makan secara mandiri
  • Bisa ganti baju sendiri (termasuk kancing besar)
  • Bisa buang air kecil sendiri dan membersihkannya
  • Bertanggungjawab pada barangnya sendiri (kotak bekal, tas)

 

ASPEK BAHASA

Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak
  • Menggunakan bahasa untuk beragam tujuan: menjelaskan sesuatu, memberi salam, meminta sesuatu
  • Berbicara yang dimengerti
  • Menceritakan suatu kejadian sederhana
  • Menggunakan kata benda, kata kerja, dan kata sifat dalam konteks familiar
  • Berbicara dalam kalimat
  • Memahami instruksi lisan yang terdiri dari 2-3 langkah, dan meminta kejelasan instruksi
  • Tahu & bisa menyanyikan lagu-lagu anak
  • Senang bermain pura-pura
  • Senang cerita kejadian sehari-hari
  • Bertanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya
  • Mengekspresikan ide yang dipahami orang lain
  • Menjawab pertanyaan inferensial (“kenapa?”, “apa selanjutnya?”, “bagaimana seharusnya?”)

 

ASPEK KOGNITIF

Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak
  • Mencocokkan benda-benda, berdasarkan bentuk dan warna
  • Mengembangkan permanensi obyek
  • Menunjukkan ketertarikan pada benda-benda, membongkar dan memasangkan kembali
  • Eksplorasi elemen alam, seperti pasir dan air
  • Mengingat sekuens 2-3 langkah
  • Mencocokkan benda-benda, berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna
  • Mengelompokkan berdasarkan kategori tertentu, seperti hewan hutan
  • Paham konsep di dalam/ di luar, di bawah / di atas, depan / belakang, dll
  • Paham konsep waktu: sebelum/ sesudah, kemari/hari ini/besok
  • Bereksperimen dengan mainan, uji coba
  • Menjelaskan persamaan dan perbedaan benda

 

ASPEK MOTORIK

Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak
  • Bergerak dengan kekuatan dan koordinasi yang baik: melompat, berdiri 1 kaki, berlari
  • Mengendarai sepeda roda tiga
  • Koordinasi mata-tangan yang semakin baik: menyusun balok, puzzle 2-4 keeping
  • Mulai memegang pensil dengan jari, bukan menggenggam
  • Memantulkan, menendang, melempar, dan menangkap bola
  • Menikmati aktivitas luar ruangan
  • Menggunting
  • Menggunakan alat tulis dengan benar
  • Mengikat sepatu
  • Berkreasi dengan balok
  • Menyusun puzzle yang lebih kompleks

 

ASPEK BACA TULIS

Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak
  • Memegang buku dan membalik halaman dengan benar
  • Memahami bahwa kata-kata mewakili cerita di buku
  • Mengenali huruf pertama dari nama sendiri
  • Mengetahui beberapa nama huruf
  • Mengetahui tokoh utama dari cerita familiar
  • Menikmati waktu membaca cerita dengan orang lain
  • Eksplorasi berbagai macam alat tulis
  • Mengenali bentuk lingkaran, persegi, dan segitiga
  • Suka melihat-gambar buku tanpa diajak
  • Pura-pura membaca buku dengan melihat gambarnya
  • Berusaha membaca di situasi sehari-hari (label, simbol)
  • Mengenali kata berima
  • Menggabungkan suara jadi kata
  • Mengenali beberapa kata familiar secara visual, terutama nama sendiri
  • Mengenali sebagian besar huruf alphabet
  • Mengenali bunyi huruf
  • Menjelaskan tindakan dan perasaan tokoh dalam cerita
  • Mengaitkan cerita ke pengalaman pribadi
  • Mengurutkan cerita
  • Senang menulis, mencoret, menggambar
  • Meminta orangtua menuliskan kata
  • Mengenali dan menggambar lingkaran, persegi, dan segitiga
  • Berusaha menulis nama sendiri

 

ASPEK BERHITUNG

Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak
  • Memahami dan eksplorasi konsep kosong-penuh
  • Menunjukkan ketertarikan pada simbol angka
  • Bisa menyebut angka berurutan secara lisan, dengan bantuan
  • Membedakan ‘sebagian’ dan ‘semua’
  • Menggunakan kata yang mewakili konsep ukuran: banyak/sedikit
  • Mulai membandingkan benda
  • Menunjukkan ketertarikan pada pola dan urutan
  • Membandingkan benda dengan kata ukuran: lebih banyak/lebih sedikit/sama banyak, lebih berat/lebih ringan/sama berat
  • Mengurutkan benda secara berurutan sesuai ukuran
  • Menghitung secara tepat 4-10 benda
  • Memahami angka berhubungan jumlah
  • Memahami bahwa angka terakhir yang disebut mewakili total benda
  • Mengenali simbol 1-10
  • Bisa membedakan angka dan huruf
  • Memahami akibat penambahan dan pengurangan

 

Kenapa sih anak perlu siap sekolah? Karena anak yang siap akan lebih senang dan nyaman bersekolah, bisa mengikuti proses belajar dengan lebih efektif, serta saat dewasa mengurangi tingkat putus sekolah. Bayangkan saja jika anak kita merupakan satu-satunya yang belum lulus toilet training dan masih sering mengompol, ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri dan bagaimana interaksinya dengan teman sebaya. Atau, bagaimana ia mau belajar tentang berbagai konsep, bila fokus dan keterampilan mengikuti instruksinya sama sekali belum berkembang?

 

Nah, tapiiii…. siap sekolah itu ternyata bukan hanya untuk anak. Orangtua dan sekolah pun perlu siap! Dari sisi orangtua, siap sekolah berarti siap untuk melakukan apa yang perlu untuk mempermudah transisi anak. Misalnya, mempercepat waktu tidur malam sehingga anak tidak cranky saat bangun tidur dan bisa bangun lebih pagi untuk siap-siap berangkat sekolah. Saya pernah visitasi sekolah dimana seorang anak sering sekali telat datang ke sekolah, bisa 1 jam lebih. Sayang sekali bukan, bayangkan apa saja yang terlewatkan. Ini lebih menandakan ketidaksiapan orangtuanya daripada anaknya.

 

Di samping itu, orangtua juga harus siap untuk melibatkan diri dalam kegiatan sekolah. Hadir di pertemuan orangtua murid, turun tangan saat anak mendapat family project, dan berkomunikasi secara rutin dengan guru. Bila ada hal-hal di indikator kesiapan sekolah yang belum tercentang, orangtua pun perlu berusaha membantu anak agar lebih siap. Contoh, anak yang mau masuk Taman Kanak-kanak diharapkan sudah lepas popok, ya orangtua perlu melakukan toilet training di rumah.

 

Kalau sekolah yang siap seperti apa? Sekolah yang didirikan bukan hanya sekedar ada sumber daya finansial untuk membangun fasilitas, tetapi yang lebih penting jelas tujuannya, matang kurikulum dan metode pembelajarannya, serta sumber daya manusia yang berkualitas dan ramah anak. Sekolah juga, bersama dengan orangtua, wajib membantu anak yang sudah menjadi bagian dari sekolah tersebut agar lebih siap sekolah.

 

Pertanyaannya, apa kita siap membantu anak lebih siap?

 

Penulis: Orissa Anggita Rinjani, M.Psi

Referensi:

http://www.leapfrog.com/en-us/learning-path/articles/kindergarten-skills-checklist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>