Tahun Baru, Resolusi Baru

By Rumah Dandelion

Tahun baru identik dengan resolusi. Rutin berolahraga, mengurangi konsumsi gula, menabung minimal sekian rupiah adalah contoh dari resolusi yang cukup umum untuk kita buat. Nah, sebagai parents, kita juga bisa mengajarkan anak untuk membuat resolusi di awal tahun. Dengan membuat resolusi di awal tahun atau resolusi tahun baru, anak belajar untuk membuat personal goals mereka serta berusaha untuk mewujudkannya. Goals yang dimiliki akan memacu anak untuk terus berkembang dan mewujudkan potensi optimalnya.

Orang tua dapat menjadikan resolusi tahunan sebagai tradisi keluarga saat menjelang tahun baru. Berikanlah terlebih dulu contoh mengenai resolusi yang ingin dicapai oleh ayah dan ibu, sehingga anak mendapat gambaran yang lebih jelas untuk hal yang ingin dia capai. Keluarga dapat menuliskan resolusi dan memajangnya di tempat yang terlihat, sehingga tiap anggota keluarga dapat saling mengingatkan dan memberi semangat.

Untuk dapat diusahakan terwujud, resolusi haruslah dibuat dengan tepat. Dalam mengajarkan resolusi pada anak, parents dapat menggunakan prinsip SMART, yang merupakan singkatan dari Spesific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time bound.

Spesific

Fokus, jelas pada apa yang diinginkan. Semakin spesifik suatu resolusi, maka akan semakin jelas usaha yang harus dilakukan oleh anak untuk mewujudkan resolusi atau goalnya tersebut. Misalnya, dibandingkan membuat resolusi mau rutin menabung, lebih baik jika dibuatkan dalam bentuk yang lebih spesifik, seperti mau rutin menabung sekian rupiah setiap minggu, atau menyisihkan uang saku sekian rupiah setiap bulan.

Measurable

Terukur, kriteria jelas dan konkrit, dapat terlihat perubahannya. Misalnya saja, ketika anak membuat resolusi dia akan belajar berenang, sepakatilah target yang ingin dicapai, misalnya berenang gaya tertentu atau berenang minimal sekian meter tanpa berhenti. Dengan demikian, anak dan orang tua akan dapat mengamati progress-nya secara jelas.

Attainable

Dapat dicapai. Kemungkinan berhasil dan gagal adalah 50:50. Ketika goal yang dibuat mustahil untuk dicapai, alih-alih memicu rasa semangat, justru akan membuat anak menyerah karena merasa hopeless. Di sisi lain, ketika goal yang dibuat terlalu mudah dicapai, kurang memicu anak untuk melakukan usaha apa-apa.  

Relevant

Fokus pada tujuan yang relevan dengan kondisinya saat ini, atau tidak bertentangan dengan tujuannya yang lain. Misalnya saja, agak sulit bagi anak untuk membuat target bahwa ia mampu bermain piano saat ia tidak memiliki alatnya di rumah.

Time bound

Ada batas waktu terhadap resolusi yang ingin dicapai. misalnya saja, ketika anak ingin menargetkan untuk membaca buku, ajarlah anak untuk menetapkan batas waktunya, misalnya apakah ia akan menyelesaikan satu buku dalam waktu berapa minggu atau berapa bulan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>