Tahapan Perkembangan Bahasa Bayi

By Orissa Anggita

Sebagai orang tua baru, selain momen langkah pertama, biasanya yang sangat ditunggu-tunggu juga adalah momen ketika si kecil mulai berbicara. Sebagian besar bayi mulai berbicara menjelang ulang tahun pertamanya, biasanya berawal dari panggilan terhadap orangtua atau pengasuh utama. Namun perkembangan bahasa bayi sudah dapat dilihat jauh sebelum itu.
Perkembangan bahasa terdiri dari 2 area. Pertama adalah bahasa reseptif, yaitu pemahaman bahasa yang bayi miliki. Kedua adalah bahasa ekspresif, yaitu kata-kata yang sudah dapat diucapkan oleh bayi. Bayi 10 bulan mungkin belum bisa bicara, namun ketika ada orang berbicara “makan yuk, mana ya kursi makan adek?” lalu ia menoleh ke arah kursi makannya, itu menandakan ia sudah memahami makna kata tersebut. Contoh lain ketika kita bilang “ayo tepuk tangan” lalu ia bertepuk tangan, itu juga menunjukkan bahwa ia mengeri apa yang kita maksud.

Perkembangan Bahasa Reseptif

Usia 0-3 Bulan:

  • Mencari sumber suara
  • Mulai membedakan suara percakapan dengan suara lain

Usia 3-6 Bulan:

  • Mulai mengenali suara-suara di rumah
  • Merespon suara yang didengar

Usia 6-9 Bulan:

  • Menoleh saat namanya dipanggil
  • Mulai memahami beberapa kata (sekitar 20 kata)

Usia 9-12 Bulan:

  • Memahami lebih banyak kata (sekitar 50 kata)

Usia 12-18 Bulan:

  • Memahami instruksi lisan, tanpa perlu dicontohkan gerakan/ ditunjukkan bendanya, contoh “ambil tissue”

Usia 18-24 Bulan:

  • Menunjuk dengan tepat gambar benda-benda familiar saat ditanyakan
  • Menikmati cerita
  • Mulai membedakan suara percakapan dengan suara lain

Perkembangan Bahasa Ekspresif

Usia 0-3 Bulan:

  • Menangis sebagai bentuk komunikasi utama
  • Mulai membuat suara vocal (oohh, aahh, uuhhh)

Usia 3-6 Bulan:

  • Menangis sebagai bentuk komunikasi utama
  • Mulai membuat suara vocal (oohh, aahh, uuhhh)

Usia 6-9 Bulan:

  • Menyebut suku kata sama (mamama, papapa, dadada, wawawa) tanpa paham arti
  • Semakin sering eksperimen membuat beragam suara

Usia 9-12 Bulan:

  • Mengoceh panjang (seperti bicara dengan diri sendiri)
  • Menyebut kombinasi dua konsonan (badabada, pitipiti)
  • Menyebut papa/mama secara tepat

Usia 12-18 Bulan:

  • Meniru kata yang didengar walau tidak paham arti
  • Menyebut nama sendiri
  • Perbendaharaan kata mencapai 10 kata (selain panggilan pada orangtua)

Usia 18-24 bulan:

  • Perbendaharaan kata mencapai 20 kata
  • Mengucap kalimat kombinasi 2 kata seperti ‘mau minum’

Tanda-tanda Peringatan Keterlambatan Perkembangan

Berikut ini adalah tanda-tanda peringatan adanya keterlambatan bahasa.

  • Belum membuat suara-suara vokal di usia 3 bulan
  • Belum mengeluarkan suara kombinasi konsonan-vokal di usia 6 bulan
  • Belum mengoceh konsonan-vokal berulang di usia 9 bulan
  • Belum mengoceh panjang di usia 12 bulan
  • Belum memanggil mama papa (atau sebutan lain untuk orangtua/ pengasuh) di usia 12 bulan
  • Belum memahami permintaan atau pertanyaan sederhana di usia 18 bulan
  • Belum memiliki lebih dari 3 kata bermakna (selain panggilan untuk orangtua) di usia 18 bulan
  • Belum memadukan dua kata saat bicara di usia 24 bulan

Orangtua perlu ingat bahwa setiap anak memiliki fase perkembangan yang berbeda-beda, akan tetapi jika anak menunjukkan peringatan keterlambatan perkembangan, orangtua dapat segera memeriksakan anak ke klinik tumbuh kembang terdekat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>