Sebelum Masuk Sekolah

By Rumah Dandelion

Hallo Parents. Adakah diantara anda yang saat ini sedang merencanakan untuk memasukkan anak anda ke sekolah? Pastinya kita ingin agar anak anda menikmati pendidikan seoptimal mungkin di sekolah.

Tapi sebenarnya, memasuki sekolah memberikan tantangan tersendiri bagi anak. Ada serangkaian pengetahuan maupun keterampilan yang perlu dimiliki oleh anak sehingga ia siap mengikuti proses pendidikan dengan optimal di sekolah, antara lain dalam area perkembangan motorik, perkembangan social emosional, serta perkembangan bahasa. Misalnya saja, ketika di sekolah anak musti mengerjakan tugas yang bersifat pencil-and-paper, anak harus dapat mengikuti peraturan, berkomunikasi dengan guru dan teman-teman seusianya, serta melakukan beberapa kebutuhan dasarnya secara mandiri.

Nah, untuk membantu anak menyiapkan dirinya agar siap ke sekolah, berikut adalah hal-hal sederhana sehari-hari yang bisa kita dan anak lakukan untuk mendukung kesiapan mereka tersebut:

  1. Melakukan kegiatan menggambar dengan berbagai media tulis seperti krayon dan pensil. Beberapa aktivitas lain seperti menggunting mengikuti pola dan meronce juga dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Dengan kemampuan motorik halus yang baik, anak dapat beradaptasi dengan lebih mudah ketika nantinya harus mengerjakan pencil-and-paper-task di sekolah.
  2. Memberikan kesempatan pada anak untuk bermain dengan teman sebayanya. Anda mungkin bisa merencanakan playdates atau mengikutkan anak pada beberapa pop-up event. Dengan social skills yang baik, anak diharapkan dapat berinteraksi dengan teman-temannya barunya nanti di sekolah tanpa kesulitan berarti.
  3. Melatih anak melakukan beberapa kebutuhan dasarnya sendiri, seperti pergi ke toilet untuk buang air kecil maupun buang air besar, mengancingkan baju, dan makan sendiri. Orang tua dapat melakukannya secara bertahap sambil melihat kesiapan anak. Berikan pujian untuk setiap progress yang sudah ditunjukkan oleh anak serta keberaniannya untuk melakukan hal-hal tersebut secara mandiri. Dengan demikian, anak dapat lebih termotivasi untuk menjadi semakin mandiri.
  4. Bermain bersama anak dengan permainan yang membutuhkan instuksi tertentu atau urutan tertentu, seperti ular tangga, atau permainan lainnya. Dengan belajar dan terbiasa mengikuti aturan, anak dapat beradaptasi dengan lebih mudah terhadap aturan dan norma yang ada di sekolah.
  5. Buatlah momen rutin untuk bercakap-cakap dengan anak. Ajarkan mereka untuk mampu dan berani mengungkapkan pendapat, perasaan, ataupun kebutuhan mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengekspresikan pendapat mereka kepada guru atau orang dewasa lainnya, dan nantinya dapat berperan aktif di kelas.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap anak unik dan memiliki kekuatan, kelemahan, serta minatnya sendiri. Mungkin tidak semua kemampuan sudah dimiliki anak dengan baik. Tugas kita sebagai orang tua untuk terus memberi semangat serta tidak seta merta membandingkan dengan anak lainnya. Namun jika memang ada perkembangan yang menurut anda mengkhawatirkan, anda dapat berkonsultasi dengan psikolog anak atau psikolog pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>