Peran Kakek Nenek dalam Tumbuh Kembang Anak

By Nadya Pramesrani

Kehadiran anak dalam keluarga tidak hanya membawa kebahagiaan bagi kedua orangtuanya, namun juga kebahagiaan bagi para kakek neneknya. Rasa bahagia, haru, dan juga semangat untuk memberikan yang terbaik kepada sang cucu. Meski orangtua dan kakek-nenek memiliki tujuan dan harapan yang sama baiknya untuk anak, tidak jarang juga ditemui konflik antar orangtua dan kakek-nenek terkait pengasuhan anak yang bahkan dapat berujung pada pemutusan atau pembatasan hubungan antara kakek nenek dengan cucunya (Adcox, 2017).

Beda zaman, beda tuntutan. Sudah banyak perubahan pola asuh antara zaman kakek nenek dulu dengan zaman orangtua sekarang. Beberapa topik yang sering menjadi konflik antara orangtua dengan kakek nenek misalnya pemberian susu formula dan asi, pembatasan waktu menonton gawai, kebiasaan makan, dan lain sebagainya. Seringkali kakek nenek pun berkomentar seperti “Kok sekarang…” atau “Dulu waktu mama…” sebagai bentuk ekspresi rasa ingin tahu atau terpukau dengan banyaknya perbedaan pola asuh sekarang ini.

Ketika kakek nenek memberikan tanggapannya atas pilihan orangtua dalam mengasuh anak, seringkali diartikan berbeda oleh orangtua. Mungkin karena pemilihan kata atau nada bicara, seringkali komentar atau tanggapan dari kakek nenek ditangkap sebagai penilaian negatif. Orangtua merasa tidak didukung dan dipertanyakan kemampuannya dalam mengasuh anak.

Meski menantang, memastikan anak memiliki hubungan yang hangat dan positif dengan kakek neneknya merupakan tanggung jawab orangtua. Kakek nenek memiliki pola interaksi dengan cucu yang berbeda dari orangtua, yang dapat membantu menanamkan nilai-nilai kehidupan, menghargai makna dan sejarah keluarga, serta mengembangkan rasa percaya diri dan rasa aman anak terhadap dunia. Melalui kasih sayang dan bimbingan, kakek nenek dapat menurunkan tradisi keluarga kepada anak, berbagi kebijaksanaan, dan memberikan kenangan untuk anak di kemudian hari memahami pentingnya menjaga keutuhan keluarga (ACC Australia, 2017). Interaksi dengan kakek nenek cenderung memberikan nuansa damai, pemahaman, dan toleransi, dimana hal ini dapat membantu anak (terutama di usia remaja) nyaman untuk bercerita dan meminta saran kepada kakek nenek (Smith, 2017).

Pentingnya peran kakek nenek dalam kehidupan anak membuat orangtua perlu untuk melibatkan kakek nenek dalam kehidupan anak. Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk menjalin hubungan harmonis dengan kakek nenek adalah:

  1. Komunikasi secara terbuka kepada kakek nenek mengenai pengasuhan yang diterapkan kepada anak.

Luangkan waktu dan tenaga untuk menjelaskan kepada kakek nenek kenapa cara tertentu yang dipilih. Jelaskan dan ingatkan kembali bila mereka terkadang (atau seringkali) lupa mempraktikkannya. Pahami bahwa semakin tua seseorang, biasanya semakin sulit juga menerima informasi baru yang berbeda dari apa yang sudah mereka ketahui selama bertahun-tahun.

  1. Berikan ruang untuk kakek nenek telibat dalam pengasuhan anak.

Setiap orang pasti senang untuk bisa membantu atau berguna bagi orang lain, apalagi kepada anak dan cucunya. Ciptakan waktu-waktu khusus anak bermain dan berinteraksi dengan kakek neneknya tanpa orangtua. Manfaatkan juga kesempatan ini untuk orangtua beristirahat atau kencan berdua sebagai suami istri.

  1. Fleksibel terhadap perubahan atau perbedaan.

Meski sudah ada pemahaman antara kakek nenek dan orangtua mengenai pengasuhan kepada anak, apakah berarti kebiasaan dan aturan di rumah kakek nenek dan di rumah sendiri harus sama persis? Tentu tidak. Pasti akan ada perbedaan dan warnanya tersendiri. Misal anak yang bisa tidur sedikit lebih malam ketika sedang menginap di rumah kakek nenek, atau anak boleh makan es krim/coklat, dan lain sebagainya. Selama tidak menimbulkan bahaya kesehatan secara langsung, tidak ada salahnya untuk memberikan anak kesempatan bersenang-senang dengan cara yang berbeda dan dimanjakan oleh kakek neneknya. Dengan demikian, anak pun dapat belajar tentang perbedaan dan belajar untuk menempatkan diri sesuai dengan lingkungannya.

Orangtua dan kakek nenek sama-sama akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anak/cucu. Selaraskan pola pegasuhan antara orangtua dan kakek nenek agar bisa bekerja sama dalam pengasuhan dan menciptakan suasana keluarga yang hangat dan konstruktif.

 

referensi:

Smith, P. 2017. The psychology of grandparenthood: An international perspective. Routledge, Sep 29, 2017 – Psychology – 224 pages

Adcox, S. 2017. Family Disputes That May Lead to Loss of Contact. https://www.thespruce.com/family-disputes-may-lead-loss-of-contact-1695435

http://inform.acctv.co/au/grandparents-are-key-to-childrens-development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>