Mindfulness Parenting

By Binky

Sebagai orangtua, banyak hal yang perlu dilakukan dalam 24 jam hidup kita sehari-hari. Mulai dari bangun tidur, menyiapkan makan keluarga, memandikan anak, mengantar sekolah, mengurus rumah, melakukan pekerjaan selain pekerjaan rumah, berbelanja, mengatur menu makan mingguan, dan serentetan rutinitas lainnya. Tak jarang kita melakukan semua itu dengan mode: Auto Pilot! Artinya semua tampak berjalan dengan sendirinya tanpa banyak melibatkan kesadaran penuh dari diri kita sendiri.

Padahal, penting bagi kita sebagai orangtua untuk menjalankan hari dengan penuh kesadaran atau mindfullI. Apakah mindfulness itu? Menurut Psikolog dan Psikoterapis Corinne Sweet, mindfulness adalah mengenai keberadaan diri kita yang sepenuhnya untuk saat ini. Mengenai menyadari detik ini, bagaimana perasaan kita, apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan, tanpa kritik dan penilaian. Sehingga kita bisa menyadari dan merasakan apa yang terjadi di tubuh dan lingkungan kita. Kita bisa merasakan hangatnya sinar matahari yang mengenai kulit, rasa gatal di hidung, atau coklat yang meleleh di lidah kita.

Dalam menjalankan peran sebagai orangtua, perlu juga yang namanya mindfulness parenting. Salah satu penanda kita sudah berada dalam tahap mindful adalah tidak lagi reaktif terhadap perilaku anak atau kejadian tak terduga sehari-hari. Misalnya anak usia 2 tahun yang membuka kulkas lalu menumpahkan susu ke lantai. Salah satu respon yang reaktif dari orangtua adalah berteriak atau memarahi anak karena membuat lantai rumah kotor. Apabila kita secara sadar memahami bahwa di usia tersebut anak memang sedang dalam tahap untuk berusaha mandiri tapi belum sepenuhnya mampu melakukan hal yang diharapkan sendiri, orangtua bisa merespon dengan lebih tenang dan penuh kesadaran membantu anak untuk mencapai apa yang ia inginkan.

 

Beberapa hal yang dapat membantu orangtua untuk menerapkan mindful parenting, antara lain:

  1. Sadari perasaan diri sendiri ketika ada konflik dengan anak.
  2. Belajar untuk berhenti sejenak sebelum orangtua merespon dengan amarah.
  3. Mendengarkan sudut pandang anak, walaupun orangtua mungkin tidak sependapat dengan penjelasannya.

 

Ketiga hal tersebut dapat membantu orangtua agar tidak selalu reaktif terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan atau perilaku anak yang kurang diharapkan. Ketika orangtua (sebagai pihak yang lebih dewasa) mampu untuk menerapkan hal tersebut, diharapkan anak dapat mencontoh dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik.

Salah satu manfaat utama dari mindfulness parenting adalah kesejahteraan anak dan orangtua yang meningkat. Dimana orangtua dan anak akan menampilkan perilaku yang positif, seperti berkurangnya kecemasan, stress, dan perilaku lain yang menandakan anak berusaha mencari perhatian pada orangtuanya.

Setiap orangtua dapat menerapkan mindfulness parenting ini. Hanya saja, kemampuan seseorang untuk berada dalam situasi mindful memang bukan hal yang dapat secara langsung tercapai. Dibutuhkan kemauan dan latihan rutin untuk bisa mencapai kondisi mindfulness parenting tersebut. Latihan rutin yang dapat dilakukan untuk diri sendiri setiap hari salah satunya adalah diam sejenak (misal 5 menit) untuk merasakan, menyadari, tanpa menilai apa yang sedang terjadi pada di kita dan sekitar kita. Berikan waktu untuk diri kita mengatur napas, membuat diri kita dalam kondisi santai (relax), dan melepaskan pikiran yang berlarian di kepala. Lakukanlah setiap hari secara bertahap, dimulai dari 5 menit, 10 menit, 20 menit, dan seterusnya. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>