Menggendong Itu Perlu

By Rumah Dandelion

gendong1

Siapa yang pernah mengalami situasi ini? Saat ingin menggendong si kecil, lalu oleh kakek neneknya atau teman kita malah dibilang ’Jangan kebanyakan gendong lho, nanti bau tangan’.

Pertanyaannya, memangnya ada itu yang namanya ‘bau tangan’? Ini adalah salah satu mitos pengasuhan. Menurut William Sears, M.D. dan Martha Sears, R.N. (pengarang buku Menggendong Itu Perlu dan penggagas Attachment Parenting), bau tangan ini adalah mitos. Tidak ada yang salah kok dengan bayi yang selalu ingin digendong. Itu menunjukkan pintarnya bayi, ia punya naluri yang sehat dan berkembang baik.

Orangtua memang perlu memberikan waktu melantai (floor time) bagi bayi untuk mengembangkan kemampuan motoriknya seperti berguling, duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan. Tapi menggendong itu juga perlu, karena akan memberikan banyak manfaat bagi bayi, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya.

Bayi dalam gendongan lebih tenang dan jarang rewel
Ia akan merasakan sensasi yang akrab seperti saat masih berada dalam rahim. Berada dekat dengan tubuh orang dewasa yang tenang dapat mengendalikan zat kimia penyebab stress dari tubuh bayi, sehingga tangisan pun dapat dihindari.

Bayi dalam gendongan lebih banyak belajar tentang dunianya
Kira-kira bayi akan lebih banyak belajar saat terbaring sendirian di tempat tidurnya, atau saat ia digendong dan ikut orangtua menjelajah berbagai ruangan? Tentu saat digendong. Bayi dalam gendongan bukan hanya menjadi tenang secara pasif, tetapi ia belajar lho. Ia akan melihat bagaimana ibu membereskan barang-barang di ruang tamu, menyaksikan ayah mengotak-atik mesin mobil di garasi, mendengar suara berisik di jalan raya, atau mencium bau masakan di dapur. Ia dapat mengamati bahasa tubuh, mimik wajah, dan perubahan ekspresi dari orang yang menggendong maupun orang lain di sekitarnya. Indera-indera bayi yang berada dalam gendongan akan lebih terstimulasi, informasi yang masuk ke otaknya pun berlipat ganda.

Bayi dalam gendongan mengembangkan kemampuan bicara lebih baik
Bayi yang digendong akan punya kesempatan lebih banyak untuk menyimak percakapan. Ia dapat menyimpan lebih banyak kosakata dalam memorinya serta belajar tentang nada suara dan aturan giliran bicara saat mengobrol. Ia pun bisa lebih memperhatikan gerak bibir dari jarak dekat, yang lalu akan coba-coba ditirukannya saat belajar berbicara.

Menggendong dapat membuat orang tua lebih perhatian dan lebih lekat dengan bayi
Menggendong bayi dapat membuat kita sebagai orangtua lebih peka akan apa yang terjadi dengan dirinya dan dapat lebih cepat merespon kebutuhannya. Orangtua tidak akan memanjakan bayi kok dengan banyak-banyak menggendongnya, justru itu akan membangun kelekatan (secure attachment) dan rasa aman dalam dirinya. Nantinya ini akan menjadi fondasi positif bagi semua hubungan sosial lain dalam hidupnya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang di periode awal kehidupannya lebih banyak digendong dan orangtuanya responsif, justru di masa batita menjadi lebih mandiri dan percaya diri. Ia sudah punya ’tabungan’ rasa aman yang cukup untuk bisa menjelajah lingkungan dan eksplorasi dengan percaya diri.

Menggendong bermanfaat bagi sistem vestibular
Sistem vestibular adalah sistem yang mengontrol keseimbangan bayi. Setiap kali bayi bergerak atau berubah posisi, sistem ini akan terstimulasi dan mengirim pesan-pesan ke otak. Pesan ini yang kemudian digunakan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh. Gerakan lembut yang dialami bayi selama digendong akan merangsang sistem vestibular. Penelitian menunjukkan stimulasi ini membantu bayi bernapas dan tumbuh lebih baik, mengatur fisiologi, dan meningkatkan perkembangan motorik.

Menggendong memudahkan orangtua untuk bekerja dan berpergian
Bayi ingin ditemani setiap saat sementara ada pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan? Nah, menggendong bayi lebih memungkinkan orangtua untuk melakukan keduanya sekaligus, sehingga urusan rumah tangga pun tidak perlu terbengkalai. Saat orangtua ingin berpergian dan bersosialisasi, bayi yang digendong umumnya akan lebih tenang dan senang sehingga lebih mudah diterima di lingkungan orang dewasa. Jika bayi masih disusui secara eksklusif, bahkan ibu dapat lebih mudah untuk menyusui diam-diam dalam gendongan ^^

Jadi, masih khawatir ’bau tangan’? Semoga tidak yaa…..

Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, Psi

Sumber:
Sears, William & Martha, Sears. 2009. Menggendong itu Perlu: Mematahkan Mitos-mitos Pengasuhan Anak. Tangerang: Penerbit Lentera Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>