Mengembangkan Keterampilan Pratulis

By Rumah Dandelion

Belajar menulis bukanlah hal yang mudah. Bayangan jika kita harus menulis dengan tangan yang bukan tangan dominan kita, kurang lebih itu rasanya saat anak belajar menulis. Kita jadi lebih mudah pegal, dan wajar bila hasil goresan kita pun agak berantakan. Semua butuh proses, dan tahap awalnya adalah mengembangkan keterampilan pratulis.

Apa saja keterampilan pratulis itu?

Ada banyak keterampilan pratulis (prewriting/ writing readiness skills) yang menjadi dasar dan perlu dikembangkan agar anak lebih siap menulis:

  • Kekuatan tangan dan jari. Menulis itu melelahkan dan bisa membuat anak kurang bertahan kalau tidak didukung otot-otot tangan dan jari yang kuat.
  • Kemampuan genggam alat tulis (pencil grasp). Posisi memegang alat tulis yang benar (tripod grip) akan membuat anak lebih nyaman dan bertahan lama untuk menulis. Akan tetapi, anak tidak akan langsung dapat melakukan tripod grip. Biasanya tahapannya akan seperti pada gambar. Tahapan ini bergantung dari seberapa stabil otot-otot bahu dan lengan. Tripod grip membutuhkan otot bahu dan llengan yang stabil sehingga kita dapat leluasa menggerakkan ujung-ujung jari tanpa seluruh badan ikut bergerak.

  • Koordinasi visual motorik. Ini adalah kemampuan ketika mata dan tangan bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas seperti menangkap bola, menyentuh bubble yang melayang-layang, atau memasukkan koin ke celengan. Anak butuh keterampilan ini agar bisa menulis dengan rapih.
  • Koordinasi bilateral. Ini adalah kemampuan untuk memakai kedua tangan secara bersama-sama, dimana tangan yang satu jadi pemimpin dan tangan yang lain menjadi pendukung. Misal, waktu kita buka toples (satu tangan menahan badan toples, satu membuka tutup), meraut pensil (satu memutar pensil, satu menahan rautan), atau menggunting kertas (satu tangan menggunting, satu memegang kertas). Waktu menulis, tangan yang satu jadi pemimpin untuk membuat goresan, sedangkan tangan yang lain jadi pendukung untuk menahan kertas agar tidak pindah-pindah posisi.
  • Kekuatan tubuh bagian atas dan kontrol postur. Kalau kita menulis dalam jangka waktu yang lama, lama-lama leher, punggung, dan bahu akan terasa pegal bukan? Bila sudah merasa pegal, tentu kita jadi malas menulis. Sama dengan anak. Kalau anak belum punya kekuatan tubuh dan kontrol postur yang baik, bisa buat anak malas menulis karena baginya menulis itu melelahkan.
  • Manipulasi obyek. Maksudnya anak bisa memain-mainkan obyek dengan tangannya, bisa diputar, dibalik, dipindah, digoyang, digeser, atau lainnya. Anak yang biasa memanipulasi obyek akan lebih mudah belajar menulis.
  • Persepsi visual. Kemampuan untuk memahami apa yang dilihat, mengenali persamaan dan perbedaan. Anak yang persepsi visualnya belum begitu berkembang akan sulit membedakan huruf-huruf yang mirip seperti b dan d atau p dan q.
  • Menyeberangi garis tengah. Garis tengah ini imajiner, bayangkan tubuh kita terbagi dua bagian kiri dan kanan, lalu ada garis di tengah-tengahnya. Untuk dapat menulis secara efektif, anak harus merasa nyaman untuk menyeberangi garis tengah karena menulis berproses dari ujung kiri ke kanan (atau sebaliknya juga bisa, seperti tulisan Arab).
  • Pemahaman arah. Waktu mengajari anak menulis, umumnya kita akan menggunakan kosa kata yang terkait arah seperti kanan, kiri, atas, dan bawah. Oleh karenanya, pemahaman terhadap arah perlu ada terlebih dahulu.
  • Kemauan untuk menulis. Ini sangat penting untuk dipupuk. Biasanya anak akan lebih tertarik seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap warna, bentuk, huruf, dan gambar di lingkungan kesehariannya.

Mengapa keterampilan pratulis ini penting? Karena kalau dasarnya belum begitu kuat berkembang dan anak langsung dituntut untuk menulis, anak justru dapat merasa frustrasi dan menolak. Akibatnya apa? Self-esteem anak jadi menurun dan tidak jarang berujung pada performa akademis yang kurang baik nantinya. Namun yang namanya proses belajar, kadang mulus kadang tidak. Beberapa anak mungkin sangat suka aktivitas menulis, menggambar, atau mewarnai, sementara anak lain tidak. Kalau kasusnya begitu, coba buat kegiatan yang menyenangkan dan bervariasi, dengan waktunya dibuat lebih singkat. Puji usahanya dan sabar.

Bagaimana perkembangan keterampilan pratulis yang normal?

Seperti perkembangan lainnya, normal atau tidaknya itu tergantung usianya.

8-12 bulan
  • Meremas-remas kertas
  • Memegang alat tulis dan ketuk-ketuk ke kertas
1-2 tahun
  • Membuat coret-coretan (scribbling) secara spontan dengan arah vertikal, horizontal, atau lingkaran
2-3 tahun
  • Membuat garis vertikal, horizontal, dan lingkaran dengan melihat contoh cara buatnya
3-4 tahun
  • Membuat garis vertikal, horizontal, dan lingkaran tanpa perlu lihat cara buatnya, cukup dengan melihat gambar jadinya (copying)
  • Membuat tanda tambah, diagonal kanan/kiri, dan persegi dengan melihat contoh cara buatnya (imitating)
4-5 tahun
  • Membuat tanda tambah, diagonal kanan/kiri, dan persegi tanpa melihat contoh cara buatnya (copying)
  • Menelusuri garis (tracing)
  • Membuat tanda silang dan segitiga dengan melihat contoh cara buatnya (imitating)
  • Menggenggam pensil degan tripod grip
5-6 tahun
  • Membuat tanda silang dan segitiga tanpa melihat contoh cara buat (imitating)
  • Punya rentang atensi yang memadai dalam jangka waktu yang lumayan lama

Stimulasi apa yang anak perlukan agar lebih siap menulis?

Permainan sensori

Anak butuh bereksperimen dengan berbagai tekstur dan merasakan macam-macam sensasi dengan tangannya. Beri anak kebebasan bermain dengan beras, kacang-kacangan, tepung, playdoughwater beads, jagung, cat, pasir, atau lainnya. Biarkan anak meremas, memilin, menjumput, menabur, atau eksplorasi material dengan caranya sendiri. Biasanya memang akan berantakan, tapi ini dapat membantu anak untuk melatih kekuatan tangan dan jemari serta kemampuan manipulasi obyek.

Aktivitas motorik halus

Berbagai aktivitas motorik halus dapat melatih berbagai keterampilan pratulis seperti koordinasi mata tangan, persepsi visual, koordinasi bilateral, kekuatan otot tangan dan jari, serta manipulasi obyek. Kegiatan sesederhana merobek-robek kertas ternyata punya manfaat lho. Kalau kita merobek kertas, secara tidak sadar kita akan pakai jempol-telunjuk-jari tengah yang posisinya serupa dengan tripod grip. Coba deh ^^ Supaya menarik, pakailah kertas warna-warni dan setelah itu buat jadi kolase. Aktivitas lainnya:

  • Menghias gambar dengan kertas krep. Remas-remas kertas krep jadi gulungan-gulungan kecil lalu tempel. Dorong anak untuk mengambil kertas pakai jempol, jari telunjuk, dan jari tengahnya.
  • Memasang dan melepas kancing.
  • Membuka dan menutup resleting.
  • Masukkan water beads ke dalam botol.
  • Masukkan koin ke celengan.
  • Menjepit dengan jepit jemuran.
  • Memindahkan pom-pom dengan pinset atau pencapit.
  • Main puzzle dan lego.
  • Main tempel-tempel stiker.
  • Meronce manik-manik (threading).
  • Menyulam dengan tali sepatu/benang wol (lacing).
  • Menghias cupcake dengan frosting yang diletakkan di dalam wadah plastik berbentuk kerucut.
  • Main semprot-semprotan dengan penyiram tanaman/ pistol air.
  • Meremas-remas spons.
  • Permainan jari tangan seperti itsy bitsy spider.
  • Menggunting, secara asal maupun mengikuti pola.

Aktivitas motorik kasar

Walau sepertinya tidak berhubungan dengan menulis, aktivitas motorik kasar juga diperlukan untuk melatih kekuatan tubuh bagian atas dan kontrol postur, serta koordinasi mata tangan dan bilateral. Contoh kegiatannnya:

  • Lempar tangkap bola
  • Jalan dengan posisi wheelbarrow
  • Main gelantungan di monkey bar
  • Memindahkan benda dari keranjang satu ke keranjang lainnya. Keranjang pertama diletakkan di sebelah kanan badan, satu lagi di kiri.

Senam dengan gerakan silang, seperti tangan kanan sentuh jempol kaki kiri dan siku kiri sentuh lutut kanan, maupun arah sebaliknya.

Aktivitas dengan kertas dan alat tulis

  • Menggambar. Untuk awal, sebaiknya pakai alat tulis berukuran besar. Untuk mendorong tripod grip, bisa pakai alat tulis khusus yang batangnya berbentuk segitiga. Kadang, anak yang pertama kali belajar memakai alat tulis juga perlu diberi tahu bagaimana tekanan yang pas ke kertas, supaya tidak terlalu menekan dan mematahkan ujung pensil, atau terlalu ringan sehingga tidak terlalu terlihat.

  • Mewarnai. Mulai dari gambar sederhana dan besar-besar, pelan-pelan baru naik tingkat ke gambar yang banyak detailnya. Tidak perlu terlalu dikomentari bila anak belum mampu mewarnai dalam garis.
  • Meniru bentuk, dengan dan tanpa contoh. Perlihatkan ke anak cara membuat garis horizontal dan bentuk pratulis lainnya, lalu dorong anak untuk coba membuatnya. Kalau anak tertarik untuk menulis namanya, berilah contoh cara membuat hurufnya satu per satu lalu minta ia menirunya.

  • Tracing. Anak bisa diajak tracing untuk buat cap tangan dengan pensil, atau buat cap dari benda-benda lain seperti tutup botol, piring, dll. Bisa juga ajak anak menelusuri gambar-gambar bentuk dengan tangan maupun alat tulis. Pilih gambar yang anak suka, misalnya hewan-hewan atau pesawat, supaya lebih semangat.

Sebaiknya, di rumah ada area khusus untuk anak melakukan aktivitas menulis dan menggambar, dengan memakai kursi dan meja (bukan di lantai). Untuk variasi, sesekali ajak anak untuk membuat gambar atau menulis di permukaan vertikal seperti papan tulis atau dinding (bisa dilapisi terlebih dulu dengan kertas lebar bila tidak ingin kotor). Ini penting juga untuk melatih kekuatan bahu dan lengan.

Terakhir, keterampilan menulis juga terkait dengan kemampuan ekspresi diri, bentuk komunikasi tertulis untuk menyampaikan ide yang kita punya. Jadi….sebagai orang tua juga kita perlu memberi banyak kesempatan buat anak untuk berpendapat dan membuat pilihan. Dorong kemampuan anak bercerita dengan sering mengajaknya mengobrol. Bonding antara orang tua dan anak pun jadi semakin kuat ^.^

 Link & Resources:

Christianson, Cassy. Developing Your Child’s Pre-writing Skills. http://www.abilitypath.org/areas-of-development/physical-development/motor-skills/articles/motor-toolkit-writing-skills.html

Pre-Writing Skills: Essential for Early Learners. http://www.lizs-early-learning-spot.com/pre-writing-skills-essential-for-early-learners/ 

Prewriting Activity Ideas. 2005. Melbourne: Department of Occupational Therapy, Royal Children’s Hospital. http://www.rch.org.au/ot/information_sheets/Kids_health_information/

Pre-writing skills. http://therapystreetforkids.com/PreWritingSkills.html

Writing readiness (prewriting) skills. http://www.childdevelopment.com.au/

Stages of normal pre-writing skill development. http://yourcharlotteschools.net/documents/students/Handwriting/Stages.pdf

http://missmernagh.com/2014/08/21/starting-school-series-developing-a-good-pencil-grip/

*artikel serupa pernah dimuat di catatankakiori.blogspot.com milik Orissa Anggita Rinjani, tim psikolog Rumah Dandelion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>