Mengajarkan Anak Bisa Membedakan Berita Hoax

By Agstried Elisabeth

Saat ini kita hidup di era informasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Ketika semua orang dengan smartphone bisa mempublikasi berita online, semakin sulit untuk membedakan mana berita fakta dan mana yang bukan. Mengapa banyak berita palsu atau hoax berkeliaran di dunia maya? Karena setiap “klik” menuju halaman mereka, mendatangkan uang bagi pemilik berita. Dan semakin aneh dan sensasional judulnya, semakin anak, remaja, atau bahkan kita orangtua tertarik untuk membuka.

Banyak anak dan remaja mendapat berita dari newsfeed media sosial mereka, oleh karena itu mereka harus belajar mengkritisi apa yang mereka baca. Sebenarnya kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang tetap diperlukan anak, terlepas masalah berita hoax. Bahkan anak-anak usia kecil, seperti 6-9 tahun sudah bisa kita pandu untuk bertanya mengenai apakah berita tersebut hoax  atau bukan. Beberapa pertanyaan yang dapat kita pakai untuk memandu anak kita dalam mengidentifikasi berita hoax adalah:

  1. Siapa kira-kira yang membuat tulisan ini? Apakah tulisan ini ditulis oleh ahli? Apakah tulisan ini dapat dipertanggungjawabkan? Bisakah kita mempercayai tulisan dengan awal “katanya”?
  2. Untuk siapa kira-kira tulisan ini ditujukan? Apakah untuk kelompok tertentu? Apakah untuk semua orang?
  3. Siapa kira-kira yang diuntungkan oleh berita ini? Apakah semua orang? Apakah hanya kelompok tertentu? Siapa yang dirugikan? Mengapa mereka dapat dirugikan oleh berita ini? Dampak apa (baik yang menguntungkan ataupun merugikan) yang ditimbulkan oleh berita ini?
  4. Pesan penting apa yang diberikan oleh berita ini?
  5. Apakah berita ini dapat dipercaya? Apa yang membuat anak/kita berkesimpulan berita ini bisa dipercaya?

Pada anak-anak remaja, metode untuk menemukan berita hoax dapat lebih beragam. Bahkan jika “menemukan berita hoax” dijadikan kegiatan dalam belajar mungkin mereka dapat menikmatinya. Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah berita tersebut adalah berita hoax  atau bukan?

  1. Lihat alamat website-nya. Apakah terlihat kredibel? Atau jangan-jangan alamatnya adalah alamat blog gratis. Kantor berita yang terpercaya pasti tidak akan menggunakan alamat blog gratis.
  2. Lihat apakah berita ditulis dengan kualitas tulisan yang rendah. Salah ketik dimana-mana, penggunaan huruf besar kecil yang salah, tata bahasa yang salah, klaim tanpa sumber yang jelas, gambar yang sensasional. Ini adalah ciri-ciri berita palsu atau hoax
  3. Cek bagian “Tentang Kami” atau “About Us” pada website tersebut. Lihat siapa saja yang berkaitan dengan website tersebut, dan pertimbangkan apakah mereka layak dipercaya. Jika informasi ini tidak dapat di akses, maka perlu dipertanyakan mengapa website tersebut tidak transparan.
  4. Cek Wikipedia dan Google atau kantor berita lokal seperti detik jika berita yang kita baca too good or too bad to be true.
  5. Lihat apakah ada pemberitaan tentang hal tersebut di website kantor berita terpercaya.
  6. Cek emosi kita ketika membaca berita tersebut. Berita palsu sering memanfaatkan emosi untuk mendapat reaksi ekstrim. Kalau kita merasa bangga yang berlebihan atau marah yang berlebihan ketika membaca sebuah berita, besar kemungkinannya yang kita baca adalah berita hoax. Cek sumber lain untuk mendapatkan berita sebenarnya.

 

Dalam mengidentifikasi berita palsu yang banyak beredar entah di media sosial atau grup chat memang perlu bantuan dari orangtua dan guru. Oleh karena itu, kitapun sebagai orang dewasa yang menyiapkan mereka untuk dapat bertahan di era teknologi, harus membekali diri dengan selalu mengkritisi berita yang kita baca sebelum menyebarkan dengan segera. Banyak membaca berbagai sumber yang kredibel adalah satu cara efektif untuk melatih mengenali mana informasi yang dapat dipercaya, mana yang tidak.

Selamat berpikir kritis.

Sumber:

http://ww2.kqed.org/lowdown/wp-content/uploads/sites/26/2016/12/Fake-news-lesson-plan.pdf

http://www.abc.net.au/news/2017-08-17/children-technology-screen-time-and-fake-news/8805512

https://www.nature.com/articles/544297d

https://www.commonsensemedia.org/blog/how-to-spot-fake-news-and-teach-kids-to-be-media-savvy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>