Mengajak Anak Cinta Lingkungan

By Rumah Dandelion

Akhir-akhir ini kita digemparkan oleh beberapa berita menyedihkan mengenai lingkungan, diantaranya  seekor paus di Wakatobi yang ditemukan mati dan di dalamnya ditemukan sekitar 5.9 kg sampah.  Indonesia sebagai negara besar, ternyata tidak hanya menyumbang jumlah penduduk, tapi juga sampah plastik. Mengutip koran Merdeka (13 November 2018), dalam satu hari diperkirakan sebanyak 93 juta sampah plastik dibuang di Indonesia.

Sebagai orang tua, kita tentunya ingin mewarisi semua hal baik untuk anak-anak kita, dan harusnya juga demikian dalam hal lingkungan. Kita ingin anak kita tinggal di bumi yang nyaman dan hijau. Sebagai penerus kita tinggal di planet ini, maka merupakan hal yang penting pula untuk mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan pada anak-anak kita, sehingga mereka pun dapat meneruskan kebaikan itu kepada generasi-generasi mendatang.

Membiasakan anak untuk mencintai lingkungan dapat dimulai dari rumah dan orang tua adalah model atau pembimbing utamanya. Bila anak telah terbiasa memulai hal tersebut dari rumah, maka mereka akan terus membawa kebiasaan tersebut sepanjang hidup mereka. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan pada anak antara lain adalah sebagai berikut:

Tamasya di alam terbuka, sehingga anak dapat mengenal dan merasakan betapa indahnya alam sekitar jika bebas dari polusi. Anda dapat mengenalkan anak pada berbagai pepohonan saat bertamasya ke Kebun Raya atau pegunungan, anda dapat mengenalkan lautan saat bertamasya ke pantai. Dan ketika anda serta anak melihat sungai yang kotor, anda dan anak dapat mendiskusikan dampak tercemarnya air sungai ataupun air laut.

Mulai dari hal-hal sederhana, misalnya membuang sampah pada tempatnya, serta menghemat pemakaian air dan listrik.

Mengajarkan prinsip daur ulang, misalnya dengan cara membuat prakarya atau mainan sederhana dari bahan tidak terpakai di rumah, seperti kertas bekas atau kardus bekas. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, anak akan belajar bahwa tidak semua bahan bekas harus masuk ke keranjang sampah, dan bahwa kita bisa mengoptimalkan penggunaan setiap bahan yang ada di sekeliling.

Belajar menanam pohon dan merawat tanaman yang ada di rumah. Libatkan anak untuk menyiram tanaman dengan teratur. Jika halaman anda tidak luas, anda dapat mengenalkan tanaman dengan media pot. Kenalkan anak pada fungsi penting pohon sebagai penopang kehidupan di bumi.

Orang tua adalah contoh. jangan sibuk hanya mengajarkan hal baik pada anak, tapi anda sendiri tidak melakukannya. Berilah contoh pada anak tentang bagaimana anda berperilaku sehari-hari, karena anak belajar banyak dari apa yang mereka lihat.

Dengan berbagai hal positif yang dilakukan di rumah, sesederhana apapun, pada akhirnya dapat berdampak dan memberi inspirasi untuk sekitar. Oleh karena itu, tetap semangat untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan ya parents!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>