Mendidik Anak Bermental Kuat

By Rumah Dandelion

Setiap orangtua pasti menginginkan anak yang tahan uji dan mampu melewati setiap masalah.

Dalam ilmu psikologi, kemampuan manusia untuk melambung kembali setelah mengalami kesulitan yang membuatnya jatuh secara psikologis disebut resiliensi atau daya lambung. Jika ingin dianalogikan, resiliensi atau daya lambung itu seperti bola basket. Ketika bola basket dibanting dengan keras ke bawah, ia akan melambung makin tinggi ke atas.  Nah, anak dengan resiliensi baik juga seperti itu. Ketika ia ditekan dalam situasi menantang ia justru melenting tinggi memperlihatkan potensinya.

Daya lambung anak berbeda-beda. Ada yang begitu jatuh karena kesulitan langsung menyerah, ada pula yang semakin besar tantangan yang ia hadapi semakin mampu ia mengembangkan diri dalam mengatasi tantangan tersebut. Menurut Bonnie Bernard (1991) Anak-anak dengan resiliensi yang baik akan memiliki atribut seperti ini:

  1. Kompeten secara sosial. Anak-anak dengan resiliensi baik mampu merespon situasi sosial dengan lebih santai dan fleksibel. Selain itu, anak-anak dengan resiliensi yang baik terkenal memiliki selera humor yang tinggi, karena mereka dapat menertawakan situasi hidup mereka sendiri.
  2. Terampil dalam memecahkan masalah. Anak-anak dengan resiliensi baik akan mampu berpikir dalam situasi yang menantang dan mampu menemukan solusi dalam situasi mendesak
  3. Anak-anak yang resilien memahami betul diri mereka. Mereka dapat bertindak secara mandiri dan mereka memiliki kendali atas situasi atau lingkungan mereka.
  4. Bersudutpandang masa depan dan bertujuan. Anak-anak yang resilien memiliki kemampuan untuk merencanakan dan menetapkan aturan. Mereka cenderung melihat dunia lebih optimis dalam memandang dunia.

Pada tahun 2004, peneliti dari westED mempelajari hubungan amtara resiliensi dan kemajuan akademis. Dan dari hasil penelitian mereka didapati bahwa anak-anak yang resilien memiliki performa lebih baik secara akademik.

Pertanyaan kita sebagai orangtua adalah: lalu bagaimana kalau kita ingin meningkatkan resiliensi pada anak-anak kita?

Lingkungan memiliki peran utama dalam meningkatkan resiliensi pada anak. Ada 3 syarat agar lingkungan mendukung pertumbuhan resiliensi anak:

  1. Lingkungan yang menawarkan kepedulian dan dukungan
  2. Lingkungan yang memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap perilaku, sikap, dan etos kerja (tidak berorientasi hasil, melainkan proses)
  3. Lingkungan yang mendorong keaktifan dan partisipasi anak dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, beberapa hal yang menjadi faktor dalam meningkatkan resiliensi pada anak adalah:

  1. Pola pikir. Beberapa anak langsung merasa gagal ketika hasil tesnya kurang baik atau ia tidak menjadi juara di sebuah lomba. Ajarkan anak untuk berpikir, “ apakah saya bisa lebih baik lagi” atau “apakah saya sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin?” daripada berpikir “saya gagal, saya tidak berbakat dibidang ini”.
  2. Beberapa anak dengan resiliensi kurang baik kerap berpikir “mengapa hal buruk banyak terjadi pada saya?” padahal banyak anak-anak seusianya yang juga mengalami hal serupa tau bahkan lebih buruk lagi. Dengan terhubung dan terbuka terhadap informasi mengenai anak-anak seusianya di tempat lain ia akan memiliki sudut pandang yang lebih luas dan terbuka.
  3. Spiritualitas juga merupakan komponen resiliensi. Mengingat bahwa ada “sosok Maha Kuasa” yang akan membantu mereka membuat anak-anak lebih mudah melalui masa-masa sulit.

Nah, mari  mendidik anak bermental kuat ya, Bapak dan Ibu

Oleh: Agstried Elisabeth Piether, M.Psi., Psikolog.

Sumber:

http://developingchild.harvard.edu/science/key-concepts/resilience/

https://www.psychologytoday.com/blog/creative-development/201407/the-resilient-child

http://www.connectwithkids.com/sprint/pdf/Sprint_FS.pdf

http://www.education.vic.gov.au/Documents/about/department/resiliencelitreview.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>