Literasi Finansial Sejak Dini

By Rumah Dandelion

Sebagai orang tua, salah satu tanggung jawab kita adalah mengajarkan anak kita cara mengelola uang yang baik. Keterampilan untuk mengelola uang, atau lazim juga disebut sebagai literasi finansial perlu dikenalkan sejak dini. Anak-anak perlu belajar mengenai nilai uang, cara mendapatkan dan mengeluarkan uang dengan bijaksana dan tidak impulsif. Tidak cukup hanya mengatakan pada anak “uang diperoleh dari kerja keras dan tidak muncul begitu saja dari pohon. Orang tua juga perlu mengajarkan anak bagaimana cara mengelolanya.

Kenalkan Uang Tunai Terlebih Dulu

Anak-anak perlu belajar dari hal yang konkrit terlebih dahulu, dan dalam hal keuangan tentu saja mereka perlu belajar mengenal uang, pertama-tama dalam bentuk uang tunai. Orang tua dapat mengenalkan anak pada setiap nominal uang dan memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan transaksi belanja, misalnya saja di supermarket atau di pasar tradisional.

Belajar menabung di celengan

Pada saat anak berusia 4 atau 5 tahun orangtua sudah mulai bisa mengajak anak untuk menyimpan uang yang ia peroleh di celengan. Belilah celengan yang berbentuk menarik, sehingga anak juga bersemangat untuk menyimpannya di situ. Buat kesepakatan dengan anak bahwa uang yang ada di dalam celengan tidak boleh diambil sebelum celengannya penuh. Untuk menambah semangat anak, anda dapat mengatakan pada anak bahwa isi dari celengan tersebut dapat dibelanjakan oleh anak untuk membeli barang yang ia inginkan.

Berikan uang saku secara bertahap

Untuk anak yang sudah mulai memasuki usia sekolah dasar, orang tua dapat mulai memberikan uang jajan mingguan. Katakan pada anak bahwa ia perlu menyisihkan uang jajannya untuk ditabung. Sebaliknya, jika uang jajannya habis sebelum waktunya, ia tidak diperkenankan untuk memintanya. Dengan demikian anak belajar untuk mengelola budget yang ia miliki dan konsekuensi jika ia menghabiskan lebih daripada budget tersebut.

Tetapkan budget

Hal ini bisa dilakukan untuk anak berusia sekolah, pra remaja, atau remaja. Saat berbelanja kebutuhan anak seperti pakaian, anda dapat membuat kesepakatan dengan anak mengenai budget maksimal untuk membeli pakaiannya. Berikan anak kesempatan untuk memilih barang yang ia sukai tapi tetap dengan batasan budget yang sudah disepakati. Dengan demikian, anak juga belajar untuk menetapkan standar atau batasan budget yang masuk akal untuk dirinya.

Libatkan anak dan Jadilah role model

Libatkan anak sesekali dalam mengatur budget bulanan, misalnya list biaya yang dikeluarkan selama sebulan. Dengan demikian, anak dapat menyadari bahwa tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan tiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Anak adalah peniru yang hebat. Di samping semua nasihat atau aturan yang kita berikan, anak juga melihat bagaimana orang tuanya menggunakan uang. Misalnya saja saat mengajak anak anda belanja bulanan, perlihatkan pada anak bahwa anda membuat list belanjaan dan tidak seenaknya saja mengambil semua barang sesuai dengan kemauan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>