Keterampilan Belajar Untuk Keberhasilan Belajar

By Orissa Anggita

Pernah tidak Anda berkutat pada suatu pekerjaan, nongkrong berjam-jam depan laptop, tetapi end up with nothing finished? Saya pernah, dan itu tidak enak sekali rasanya ya. Berasa banget kurang produktif dan membuang waktu percuma. Hal ini mungkin terjadi karena saya tidak memiliki perencanaan yang baik sebelumnya. Hasil belajar dan hasil kerja yang baik itu memang bukan selalu karena faktor kemampuan, tetapi juga terkait dengan bagaimana kita mengelola diri dan waktu.

Belajar adalah proses sepanjang hidup, setiap tahapan perkembangan kita akan terus belajar hal baru. Oleh karena itu, bukan hanya penting untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya, tetapi membangun kebiasaan belajar yang baik pun sama pentingnya. Keterampilan belajar (study skills) yang baik akan menunjang keberhasilan di sekolah maupun tempat kerja, esensial untuk mengembangkan rasa kompeten dan sikap positif terhadap apa yang dikerjakan, serta membuat individu menyadari bahwa mereka memiliki kontrol terhadap apa yang dicapai.

Apa saja kebiasaan belajar yang baik itu dan bagaimana mengembangkannya? Yuk kita bahas bersama.

  • Membuat jadwal belajar

Sebelum membuat jadwal belajar, bantu anak memahami bahwa belajar itu bukan hanya berarti ketika guru memberikan tugas atau mengerjakan ujian. Browsing materi di internet tentang suatu topik yang sedang ia senangi pun belajar, belajar membaca untuk mencari informasi dan mengumpulkan data. Mencoba-coba melakukan eksperimen sederhana atau menerjemahkan lagu bahasa Inggris untuk memahami artinya pun belajar.

Bantu anak membuat jadwal belajar rutin. Ketika anak terbiasa melakukan sesuatu di waktu yang sama, menjadi lebih mudah untuk diingat dan dilakukan daripada sesuatu yang tidak rutin. Libatkan anak dalam membuat jadwal sehingga ia lebih mau mengikutinya karena tidak terlalu merasa diatur-atur (apalagi anak pra-remaja dan remaja yang sudah ingin dianggap dewasa). Dengan adanya jadwal, anak juga belajar membuat prioritas dan mengatur waktunya kapan ia harus belajar, main sama teman, melakukan hobi, dll.

  • Membuat tujuan belajar

So little time so much to do! Kadang kita merasa banyakkk sekali hal yang harus dilakukan dan coba melakukan multitasking tapi berujung tidak ada yang selesai. Oleh karenanya, lebih baik bila kita punya tujuan belajar spesifik untuk membantu agar lebih terstruktur dan fokus, tiga sampai tujuan kecil lebih baik daripada satu tujuan besar. Misalnya: daripada menulis tujuan “Belajar buat ujian Biologi” lebih baik menulisnya jadi “membaca bab 1, membuat peta pikiran bab 1, mengerjakan soal tanya jawab bab 1”. Setiap centang di to do list akan memberikan rasa pencapaian dan kepuasan, oh ada kemajuan yang kita buat hari ini!

  • Menciptakan situasi belajar yang paling efektif

Bantu anak mengenali situasi belajar yang paling efektif untuknya dan mmebuat ‘on’. Apakah dengan atau tanpa musik? Di sore atau malam hari? Di ruang belajar atau di taman? Dengan membaca, mendengar rekaman, atau membuat gambaran mental / gambar nyata di atas kertas? Digabung 1.5 jam atau dipecah ke dalam sesi-sesi yang lebih singkat? Minimalisasi gangguan misalnya dengan menyimpan benda-benda yang diketahui bisa mendistraksi seperti handphone.

  • Memahami relevansi apa yang dipelajari

Ketika anak memahami apa yang mereka pelajari dan bagaimana relevansinya dalam kegiatan sehari-hari, akan lebih terdorong untuk mempelajarinya. Misalnya mau belajar tentang percepatan di pelajaran Fisika, bisa bahas bagaimana hal itu diterapkan di proses balapan atau roller coaster.  Untuk beberapa hal yang memang perlu dihapal, ajarkan teknik meningkatkan memori seperti mnemonic.

  • Membuat pertanyaan

Ketika anak belajar bagaimana untuk membuat pertanyaan dan mencari jawaban ketika belajar, tugas dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Bertanya memunculkan pendekatan yang aktif dan proses berpikir kritis dalam proses belajar. Kemampuan untuk memformulasikan pertanyaan yang tepat dan baik menunjukkan kecerdasan dan kreativitas seseorang.

  • Merangkum

Merangkum membantu anak untuk mengorganisasikan materi, memilah mana yang penting, melihat keterkaitan antara satu topik dengan topik lainnya, dan menterjemahkan apa yang dipelajari dengan kata-katanya sendiri. Bentuk rangkuman bisa berbeda-beda misalnya dengan membuat peta pikiran atau pointers. Memberi tanda pada poin penting seperti menggarisbawahi atau menstabilo juga dapat dilakukan untuk membantu proses belajar.

Membangun kebiasaan tidaklah mudah. Perlu usaha yang konsisten dan dukungan. Hargai setiap kemajuan yang anak perlihatkan, latih diri kita untuk mencari hal-hal baik yang anak perlihatkan. Bandingkan dirinya dengan dirinya sebelumnya, bukan dengan anak lain. Anak yang merasa dihargai akan lebih termotivasi untuk mengembangkan dirinya dan mencoba hal baru.

Untuk membantu anak belajar lebih baik, orangtua juga dapat bertanya lebih dari sekedar “Apa kamu sudah kerjakan tugas dari sekolah?” Ingat bahwa tugas adalah tugas anak, bukan tugas orangtua, sehingga yang perlu dilakukan adalah membimbing dan bukan mengambil alih. Pertanyaan alternatif yang bisa ditanyakan seperti:

  • Informasi apa yang perlu kamu cari?
  • Siapa/ apa yang bisa menjadi sumber informasi?
  • Apa langkah yang akan kamu lakukan untuk memecahkan masalah ini?
  • Apa solusi yang sudah kamu kerja namun tidak berhasil?
  • Apa penyebab kegagalannya?
  • Coba ceritakan apa yang membuat kamu tertarik untuk mengangkat topik ini.

Selamat belajar bersama!

 

 Referensi:

Dunlosky, John., dkk. 2013. Improving Students’ Learning with Effective Learning Techniques: Promising Directions from Cognitive and Educational Psychology. Association for Psychological Science 14 (1) 4-58. Diunduh dari http://www.indiana.edu/~pcl/rgoldsto/courses/dunloskyimprovinglearning.pdf

Levine, Madeline. 2012. Teach Your Children Well: Why values and coping skills matters more than grades, trophies, or ‘fat envelopes”.  New York: Harper Perennial

http://www.greatschools.org/gk/articles/study-skills-for-middle-school-and-beyond/

http://www.cta.org/en/Parents-and-Community/Family-Involvement/Study-Skills.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>