Fidget Spinner : Permainan apakah itu?

By Rumah Dandelion

Ada tren yang sedang marak di kalangan anak-anak dan remaja saat ini yaitu permainan “fidget spinner”. Apakah pernah dengar tentang mainan ini? Apa sih itu?

Fidget dalam bahasa Indonesia sendiri berarti gelisah atau cemas, sedangkan spinner bermakna pemutar. Secara harfiah, nama mainan ini berarti sebuah alat pemutar yang dimainkan untuk mengurangi rasa bosan. Bentuknya yang paling banyak ditemui adalah yang seperti baling-baling besi dan cara bermainnya ditekan di bagian tengah, kemudian diputar baling-balingnya dengan jemari. Terbayang? Nah, ternyata ini digemari sekali untuk beberapa kalangan. Yang menarik, teman-teman saya yang sudah berusia dewasa muda pun sangat menyukai permainan ini dan bahkan ada yang memberikan testimoni bahwa permainan ini memberikan benefit untuknya.

 

Setiap ada anak yang bermain fidget spinner ini pasti saya selalu bertanya “Enaknya apa sih permainan seperti itu”. Rata-rata pasti menjawab “Enak aja, Bu! Biar ngga bosan. Kalo di kelas biasanya kan main pulpen diputar-putar, naaaah kalau ini mirip deh mainnya” atau ada juga yang menjawab “Wah, bisa distraksi sama kebiasaan merokok nih. Lumayan mengisi waktu kalau bingung ngapain”. Menurut pendapat yang saya terima, saya menjadi menarik kesimpulan pribadi bahwa permainan ini menjadi cukup menarik untuk digunakan sebagai distraksi seseorang di kala senggang.

 

Menurut website Livescience, permainan fidget spinner ini belum banyak yang meneliti apakah dapat digunakan untuk membantu anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti ADHD atau ADD. Namun dengan bermain fidget spinner, ada beberapa anak yang dapat menjadi lebih fokus saat bermain dalam waktu yang cukup lama sehingga beberapa pengajar ada yang memakai permainan ini dalam pembelajaran mereka, salah satunya saat pelajaran fisika.

 

Karena penasaran, akhirnya saya pun mencoba untuk memainkan fidget spinner. Jika dicek di web seperti Amazon, banyak sekali tipenya. Fidget spinner yang saya mainkan yang berbentuk baling-baling. Saat bermain, tidak terasa saya sudah lima hingga 10 menit untuk fokus melihat spinner ini tanpa distraksi ke tempat lain. Menarik ya! Maka dari itu, ada beberapa sekolah di Amerika melarang muridnya membawa permainan ini di sekolah karena mereka suka memainkannya di dalam kelas. Kenapa? Karena banyak anak murid bermain fidget spinners daripada focus dengan pelajaran di kelas. Bahkan sekarang di beberapa negara lain pun juga sudah mulai melarang murid membawa permainan ini di dalam kelas.

 

Ternyata  permainan ini menjadi menarik dan ada keunggulannya di beberapa hal, namun orang tua tetap perlu mengawasi untuk pemakaiannya. Jika ternyata anak memiliki fidget spinner, berlakukanlah aturan seperti kita membuat aturan mengenai screen time atau gadget. Misalnya saja, anak boleh bermain saat jam tidur sudah selesai, setelah selesai makan, atau setelah selesai mengerjakan tugas sekolah. Jika tidak diawasi dan tidak dijaga pemakaiannya, maka malah mengganggu rutinitas yang ada. Perlu diingat bahwa anak menjadi sehat jika mereka cukup waktu untuk makan, cukup untuk tidur, membagi waktu belajar di rumah, serta cukup bermain. Dengan menjalankan rutinitas dengan baik, maka diharapkan lebih seimbang secara kebutuhan fisik dan emosi mereka.

 

Bagaimana? Menarik bukan fidget spinner?

 

Penulis: Carmelia Riyadhni, S. Psi

 

Sumber:

http://www.livescience.com/58916-fidget-spinner-faq.html

http://www.duniaku.net/2017/05/05/apa-itu-fidget-spinner/

38 types of Fidget toys that help with ADHD ADD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>