Cari kenyamanan selama kehamilan: salah satunya dengan berolahraga

By Rumah Dandelion

Hampir semua berita kehamilan merupakan berita kebahagiaan, apalagi bagi beberapa kehamilan ada yang didapat melalui perjuangan tidak mudah dan tidak murah untuk bisa hamil. Saat kehamilan tiba, perasaan antara senang, terharu, dan bahagia pasti bercampur aduk menjadi satu. Namun, ternyata saat kehamilan ada cerita ngga enak nya juga loh! Yaitu saat badan sedang beradaptasi dengan perubahan, ada hal-hal yang seringkali dirasakan seperti badan menjadi berat, mual, atau mengalami perubahan hormon.

Saat badan merasa tidak terlalu nyaman untuk diajak beraktivitas, ada kalanya kita mencari tahu bagaimana sih biar badan kita merasa lebih nyaman. Aktivitas me-time seorang Ibu hamil menjadi sangat penting untuk tetap menjaga mood kita menjadi positif. Siapa yang saat ini lagi hamil tapi merasa lebih was-was? Bawaannya ngga sabar? Atau kata pasangan lebih sering marah-marah? Nah, emang wajar sih seperti itu Tapi kita ngga bisa terus mengikuti hormon atau membiarkan ini terjadi terus kan. Karena dapat mempengaruhi hubungan kita dengan pasangan dan juga lebih jauh lagi dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan si jabang bayi.

 

Saat kondisi kehamilan dirasakan sedang terasa nyaman, mungkin kita bisa lebih mudah untuk membuat rencana aktivitas selama kehamilan. Salah satunya dengan berolahraga. Olahraga saat kehamilan membantu menjaga denyut jantung dan aliran darah. Namun kondisi tiap orang untuk dapat berolahraga pun pasti berbeda-beda, maka dari itu sebelum memutuskan untuk berolahraga juga ada baiknya konsultasikan ke dokter atau bidan yang menangani kita terlebih dahulu. Karena mereka dapat membantu mengontrol perkembangan janin yang ada.

 

Banyak sekali pilihan berolahraga saat hamil, dari yang sederhana hingga kompleks (membutuhkan bantuan trainer). Menurut Dr. Joseph Clapp yang ditulis Dion (2014), yang dinamakan berolahraga artinya harus intensif, stabil (misalnya 30 hingga 90 menit per hari), dan rutin. Pilihan kegiatan yang dapat dilakukan pun beragam, seperti berjalan kaki selama 30 menit, berenang, atau saat sudah memasuki semester tengah bisa mengikuti Yoga dengan instruktur Yoga kehamilan.

 

Selain baik secara fisik dan hormone, olahraga saat kehamilan juga dapat membantu secara psikologis  kepada Ibu hamil. Menurut Dion (2014), berolahraga dapat membatu well being dari seorang Ibu hamil. Mereka akan merasa dirinya lebih baik (dari bentuk tubuh yang lebih sehat dan penilaian bahwa badan mereka lebih kuat) dan staminanya terlatih.  Kedua hal ini akan membawa dampak yang baik pada hormone Ibu hamil sehingga hubungan dengan suami menjadi lebih baik, situasi social dapat dihadapi juga dengan lebih positif. Siapa sih yang ngga senang kalau sedang berbadan dua tapi dipuji “Wah, kamu glowing sekali..” atau “You are still in shape even you’re pregnant!”. Lebih terpenting lagi sebenarnya adalah pujian bagi diri kita sendiri di depan cermin yakni “Wah kamu hebat! Sudah menjalani tugasmu membawa anak, dan masih dapat kuat melakukan aktivitas olahraga. Kamu hebat sekali dan bersyukurlah untuk itu!” karena kalau tidak ada yang memuji, siapa lagi kalalu bukan diri sendiri yang harus memuji terhadap setiap usaha kita. J Selamat menikmati kehamilan!

 

Sumber:

 

Dion, Brandi & Dion, Steven (2014). The Pregnant Athelete: How to Stay in your Best Shape ever Before, During, and After Pregnancy. Boston: Da Capo Press.

 

Sumber foto https://pixabay.com/en/woman-pregnant-pier-belly-356141/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>