Bila Si Kecil Marah

By Rumah Dandelion

Ketika anak kita marah dan mulai memukul, kadang kita sebagai orangtua terkejut atau bahkan berusaha merasionalkan perilakunya. “Ah, sebenarnya dia anak yang baik, kok!” atau “Kalau dia merasa dijahatin temannya, biasanya memang dia balas memukul”.

Kenyataannya memukul selalu salah. Akan tetapi, merasa marah tentu saja wajar. Hanya saja, kita perlu mengajarkan pada anak, bagaimana cara ia menyalurkan marah yang tepat. Berteriak, memaki, memukul, dan mengeluarkan kata-kata kasar tentu saja tidak diperbolehkan. Dalam mengajarkan anak menyalurkan perasaan marah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua:

  1. Ajarkan anak mengenai perasaan. “Marah itu wajar, tetapi tidak boleh memukul/mendorong/menyakiti.” Ajak anak gunakan kata-kata sederhana untuk menyampaikan perasaan, berikan kesempatan anak menyampaikan perasaan, dan cara mengatasinya. Dan jangan lupa hargai dan puji anak ketika mereka menyampaikan perasaan.
  2. Ajarkan anak cara memecahkan masalah. Bagaimana cara mengevaluasi masalah dengan tepat (marah karena apa, salah siapa, apa yang dilakukan), Dan biasakan untuk mendiskusikan masalah (apa perasaanmu diperlakukan seperti itu, bolehkan melakukan hal tersebut ke orang lain, bagaimana cara memperbaiki masalah yang timbul)
  3. Ajarkan anak cara mengendalikan kemarahan, menghindar dulu dari situasi yang membuat frustrasi atau marah. Biasakan untuk berdiskusi setelah tenang.
  4. Jadilah contoh. Anak adalah peniru terbaik. Ikuti aturan yang anda buat dan hiduplah sesuai nilai yang anda ajarkan. Jika anda berteriak ketika marah, tidak aneh jika anak anda juga berteriak ketika marah.
  5. Dorong anak untuk lebih banyak beraktivitas yang membutuhkan kesabaran. Dengan melatih kesabaran, anak akan lebih menikmati proses dan tidak mudah frustrasi sehingga mudah marah.

Jadi, daripada kita melarang anak kita melampiaskan emosinya, lebih baik ajarkan ia cara melampiaskan rasa marah dengan tepat. Perasaan marah sama pentingnya dengan perasaan-perasaan lain untuk diungkapkan, dengan mengungkapkan perasaan mereka, kita semakin mengenal anak-anak kita.

Oleh: Agstried Elisabeth Piether

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>