BEKERJA SAMBIL SEKOLAH: YA ATAU TIDAK?

By Rumah Dandelion

Dalam program sekolah saat ini, terutama di tingkat perguruan tinggi, sudah menjadi kegiatan yang terintegrasi untuk remaja kerja magang di perusahaan selama periode waktu tertentu. Ada perguruan tinggi yang menetapkan periode sepanjang satu semester, satu bulan, atau berdasarkan hitungan jam kerja tertentu yang harus dipenuhi. Sedangkan untuk di level sekolah menengah atas, dunia kerja biasanya mulai dikenalkan kepada murid melalui kegiatan-kegiatan seperti wawancara profesi, melakukan kunjungan ke tempat kerja, dan kegiatan lainnya yang bersifat observasi.

Secara umum, sistem pendidikan di Indonesia saat ini belum mengintegrasikan program magang di level sekolah menengah atas. Meski pada kenyataannya, remaja sebenarnya sudah mulai melakukan pekerjaan paruh waktu secara informal sejak usia 10-12 tahun, seperti, mencuci mobil, membersihkan rumah atau pekarangan, menjaga anak tetangga, dan pekerjaan informal lainnya (Mortimer, 2010). Tanpa melalui perantaraan sekolah, ada juga remaja usia sekolah menengah atas yang sudah mulai melakukan pekerjaan paruh waktu.

Beberapa alasan yang menjadi pendorong remaja bekerja adalah (1) untuk memenuhi kebutuhan hidup atau membantu keuangan keluarga, (2) untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup pribadi yang tidak disediakan oleh orangtua, atau (3) untuk eksplorasi kesempatan kerja di kemudian hari dan pemenuhan kebutuhan akan prestasi, atau belajar dari ahlinya. Meski demikian, masih ada orangtua yang ragu untuk mengizinkan anak remajanya bekerja, terutama bila bukan karena kewajiban sekolah. Beberapa kekhawatiran yang dimiliki orangtua adalah bila bekerja akan membuat nilai dan konsentrasi anak di sekolah menurun, lebih mementingkan uang daripada pendidikan (sehingga beresiko tidak mau melanjutkan pendidikannya). Kalau dari Anda sendiri, bagaimana? Apakah dulu ketika masih bersekolah Anda termasuk ke dalam kelompok remaja yang bekerja paruh waktu sambil sekolah?

Bagi kelompok orangtua yang mendukung ide remaja bekerja sambil bersekolah biasanya karena melihat adanya hal positif yang dapat dipelajari remaja dari pengalamannya tersebut. Melalui pengalaman bekerja sambil sekolah, orangtua melihat bahwa remaja jadi belajar tentang kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berinteraksi dengan orang lain, dan etos kerja (Phillips & Sandstrom, 1990)

Dengan adanya konsekuensi positif dan negatif ini, kira-kira bagaimana Anda, sebagai orangtua, akan menyikapi situasi remaja bekerja sambil belajar?

Beberapa tips yang perlu diingat adalah:

1.       Batasi waktu kerja anak. Di Indonesia memang belum ada aturannya, namun di Amerika sudah ditetapkan bahwa untuk murid yang bekerja sambil sekolah, hanya boleh bekerja dengan waktu kerja maksimal 15 jam dalam satu minggu.

2.       Bantu anak untuk melatih kemampuan pengaturan waktunya, terutama antara sekolah, tugas, bermain dan bersosialisasi, istirahat, dan bekerja.

3.       Dampingi anak untuk memilih jenis pekerjaan paruh waktu (bila tersedia) yang dapat mendukung pilihan karirnya di kemudian hari, atau bila belum menetapkan karir yang diinginkan, pilih jenis pekerjaan yang dapat membantu remaja dalam menentukan jurusan kuliah/karir.

4.       Minta remaja untuk kurangi waktu kerjanya atau menghentikan pekerjaan paruh waktunya bila terlihat adanya penurunan prestasi sekolah atau menyebabkan masalah lain di lingkungan akademisnya.

5.       Bantu anak untuk berkomitmen atas pilihannya, menyelesaikan konflik yang terjadi di lingkungan kerja, untuk mengajarkannya tentang resiliensi dan etos kerja.

 

 

Sumber:

Hirschman, C., & Voloshin, I. 2007. “The structure of teenage employment: Social background and the jobs held by high school senior.” https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2790180/

Mortimer, J. 2010. “The benefits and risks of adolescent employment.” https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2936460/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>