Bagaimana mengajarkan anak menghadapi orang tidak dikenal?

By Rumah Dandelion

Pada hari Kamis, 3 September lalu, Rumah Dandelion mengirimkan perwakilannya untuk hadir dalam acara talkshow “Is Stranger Danger?” yang dibawakan oleh Psikolog Anna Surti Ariani atau yang akrab disapa dengan Mbak Nina. Kita sangat excited untuk menghadiri acara ini karena topik ini sedang ramai dibicarakan baik di Indonesia atau pun di luar negeri.

Menurut penelitian yang dipaparkan Mbak Nina, walaupun kasus penculikan anak atau kasus anak hilang jumlahnya meningkat di Indonesia tetapi penanganan kasus seperti ini sudah lebih baik dan lebih sigap. Nah, kita sebagai orang tua dapat mengajarkan kepada anak sejak dini dalam menghadapi orang tidak dikenal sebagai cara preventif pertama untuk anak-anak.

Hal-hal apa saja yang dapat dibekali kepada anak sejak dini? Yuk kita simak…
1. Orang tua dapat mengajarkan kepada anak melalui kegiatan role-play atau dengan bermain loh. Misalnya: mencoba bermain role play di rumah dengan situasi bertemu dengan orang asing di tempat umum, atau di lingkungan sekitar. Cara lain misalnya mengajak bermain menghitung satpam di mall dll. Hal ini mengajarkan anak menjadi waspada jika mereka hilang atau bertemu orang tidak dikenal.
2. Jangan mengekspose nama anak
Ibu atau Bapak suka melihat stiker Family yang ada di mobil? Nah biasanya seringkali orang tua menempelkan stiker itu dengan penyebutan nama anak dan panggilan orang tua. Padahal informasi ini merupakan informasi penting yang dapat disalah gunakan oleh pihak-pihak tertentu. Atau hal lain, Ibu atau Bapak memberikan label nama pada barang-barang yang suka dibawa anak. Ternyata, lebih baik hal-hal seperti ini dihindarkan sehingga orang yang tidak kenal tidak tahu bagaimana cara memanggil nama anak kita.
3. Ajarkan anak trik tertentu
Kemampuan anak berbeda di tahapan usia tertentu. Nah, Mbak Nina memaparkan apa saja sih yang dapat diajarkan pada anak pada tahapan usia 1-3 tahun, 3-5 tahun, 5-7 tahun, dan anak di atas 7 tahun sebagai berikut:

1-3 tahun

3-5 tahun 5-7 tahun

>7 tahun

Nama Panggilannya Nama lengkap Hafal no telp orang tua Tahu tempat aman untuk berkumpul dengan ortu
Nama ortu Nama lengkap ortu dan alamat Tahu siapa yang bisa dikontak selain ortu Jika memisahkan diri, tidak sendirian
Jika terpisah, panggil sambil teriak Berikan kartu nama ortu dan ada dimana Temui siapa jika terpisah dari ortu Tidak masuk mobil orang lain tanpa orang tua
Selalu lihat ortu (maks 3 langkah) Tetap di tempat jika terpisah Minta tolong orang yang dipercaya menelepon ortu
Pamit jika mau memisahkan diri Tidak terima barang/makanan dari orang lain

Nah, demi keselamatan anak kita mungkin Bapak atau Ibu bisa menerapkan hal-hal ini di rumah. Pembelajaran anak diawali dari keluarga, dan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Terimakasih Mbak Nina atas ilmunya karena ini dapat bermanfaat bagi kita semua..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>