Apakah Anak Ibu Kerap Mengalami Gangguan Tidur?

By Rumah Dandelion

Permasalahan tidur pada anak usia dini memang kerap membuat orangtua bertanya-tanya mengenai keadaan anaknya. Anak yang mengalami gangguan tidur, tentulah membuat orangtua merasa khawatir dengan kondisi sang anak. Di satu sisi, hal tersebut juga dapat membuat orang tua terganggu ketika akan beristirahat di malam hari. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai gangguan tidur yang umum terjadi pada anak usia dini.

Sebelum membahas mengenai gangguan tidur pada anak, sebaiknya orangtua mengetahui terlebih dahulu tentang jumlah rata-rata waktu tidur pada berbagai usia anak. Menurut Ferber (1985, dalam Papalia & Feldman, 2012), pada 3 bulan pertama kehidupan, rata-rata anak tidur antara 15-16 jam per hari. Ketika anak memasuki usia 3-9 bulan, seorang anak tidur antara 13-14 jam per hari. Saat anak masuk ke usia 9-18 bulan, rata-rata tidur yang dibutuhkan anak yaitu sebanyak 13 jam per hari. Anak yang memasuki usia 2-3 tahun, rata-rata tidur anak sebanyak 12 jam per hari. Pada usia 4-5 tahun, rata-rata anak tidur 11 jam per hari. Kebutuhan tidur seorang anak akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangan fisiknya. Dalam hal ini, orangtua dapat melihat kesesuaian antara jumlah rata-rata tidur anak sesuai dengan norma yang berlaku.

Bertambahnya usia anak, tidak hanya diikuti dengan berkurangnya jumlah jam tidur anak. Terkadang bertambahnya usia anak juga diikuti dengan adanya gangguan tidur pada anak. Pada umumnya, gangguan tidur ini kerap terjadi ketika anak menginjak usia 3 tahun (Papalia & Feldman, 2012). Terdapat beberapa gangguan tidur yang umum dialami oleh anak pada usia menginjak usia 3 tahun diantaranya terbangun di malam hari, mengingau, berjalan ketika tidur, sleep terror, mimpi buruk dan juga mengompol.

Gangguan tidur ini dapat terjadi karena berbagai hal seperti, adanya aktivitas otak yang menyebabkan sang anak terbangun, tidur terlalu malam, makan makanan berat ketika akan tidur, menonton acara atau mendengar cerita yang menakutkan dan kelelahan di siang hari. Hal-hal tersebut merupakan beberapa penyebab yang dapat menimbulkan gangguan tidur pada anak. Meskipun demikian, orangtua tetap harus memperhatikan, bila gangguan ini muncul dalam frekuensi yang cukup sering, hal itu dapat dikarenakan adanya tingkat stres yang berlebih pada anak atau masalah kesehatan anak.

Selain memperhatikan adakah gangguan tidur yang terjadi pada anak, orangtua juga sebaiknya menerapkan kebiasaan tidur yang baik bagi anak. Hal ini selain dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan tidur pada anak, dapat juga melatih kedisiplinan anak dalam hal aktivitas tidur. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (1997, dalam Papalia & Feldman, 2012), terdapat beberapa kiat yang bisa orangtua lakukan untuk mendukung kebiasaan tidur yang baik bagi anak:

  • Membuat kebiasaan sebelum tidur, seperti membacakan dongeng atau menyanyikan lagu nina bobo.
  • Menghindari aktivitas yang dapat menstimulasi anak berlebihan, seperti berloncat-loncat atau berlari.
  • Menjauhkan anak dari acara TV yang mengandung unsur menakutkan baik gambar ataupun suara.
  • Memberikan reward untuk kebiasaan tidur yang baik yang ditunjukkan anak. Reward diberikan dapat berupa token ataupun pujian bagi anak.
  • Jika anak terbangun di malam hari, antarlah kembali anak ke tempat tidurnya. Berbicaralah secara pelan dan lembut pada anak hingga ia kembali berusaha untuk tidur.

Parents, hal-hal itulah yang dapat dilakukan untuk mendukung kebiasaan tidur yang teratur bagi anak. Namun, pada dasarnya setiap anak memiliki pola tidur dan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itulah, orangtua tetap harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki anak agar bisa menyesuaikan dengan kiat-kiat untuk mendukung kebiasaan tidur yang baik bagi anak. Selamat mencoba Parents.

Ditulis oleh Tiza Meidrina

Referensi:

Papalia, D.E. & Feldman, R.D. (2012). Experience human development. New York: McGraw-Hill Companies, Inc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>