Aku Sayang Saudaraku!

By Rumah Dandelion

“Ini mainan kakak!”

“Bunda, adik gak mau gantian mainnya.”

Bagi orangtua yang sudah memiliki anak lebih dari satu, mungkin mendengar percakapan seperti contoh tadi merupakan hal yang wajar terjadi sehari-hari. Tidak heran, keadaan ini memang kerap membuat orangtua pusing dan bingung mengenai apa yang harus dilakukan. Pada dasarnya keadaan tersebut merupakan bagian dari perkembangan sosialisasi anak (Ross, 1996, dalam Papalia dan Feldman, 2012). Dalam ilmu psikologi, persaingan yang ditunjukkan oleh kakak beradik sering disebut dengan sibling rivalry.

Mungkin masih hangat di ingatan ayah atau bunda yang memiliki saudara kandung, bahwa pertengkaran dengan kakak atau adik merupakan hal yang mewarnai hari-hari di masa kecil dulu. Seperti mengulang masa kecil dulu, kini ayah atau bunda dihadapkan dengan hal yang sama melalui perilaku anak di rumah. Pada pikiran anak-anak kita, mungkin kerap terlintas bahwa “saudaraku adalah musuhku”. Hal inilah yang pada dasarnya menjadi tantangan bagi ayah dan bunda untuk menghindari persepsi seperti itu dari anak.

Bentuk dari sibling rivalry pada anak dapat terjadi pada aktivitas bermain. Biasanya salah satu anak akan berusaha menguasai mainan yang sedang dimainkan. Selain itu, siblimg rivalry dapat juga terlihat dari keinginan anak untuk mendapatkan perhatian lebih dari orangtua. Berbagai bentuk sibling rivalry yang kerap terjadi antara kakak dan adik kalau tidak mendapat perhatian khusus dari orangtua, tentulah akan berdampak tidak baik bagi hubungan persaudaraan kakak dan adik. Untuk itulah, terdapat beberapa kiat yang mungkin dapat ayah dan bunda lakukan untuk mempererat bonding  antara kakak dan adik:

  1. Libatkan kakak dan adik dalam kegiatan bersama seperti bermain bersama, mandi bersama atau makan bersama. Hal ini dapat membuat hubungan anatara kakak dan adik terjalin dengan baik.
  2. Ajak kakak untuk menjaga adik. Mengajak kakak turut serta menjaga adik dapat membuatnya merasa memiliki tanggung jawab. Hal ini dapat turut memupuk rasa kasih sayang kakak dan adik.
  3. Memberikan pujian pada anak ketika mereka dapat bermain bersama tanpa bertengkar. Pemberian pujian bagi anak dapat meningkatkan perilaku baik terulang di kemudian hari. Dengan adanya pemberian pujian, maka anak akan merasa bahwa perilaku yang ditampilkannya disukai oleh kedua orangtuanya.
  4. Jangan membandingkan anak-anak kita. Kadang mungkin kerap terucap oleh ayah atau bunda bahwa perilaku yang ditampilkan kakak lebih baik daripada adik. Hal ini dapat menimbulkan kecemburuan pada anak-anak.
  5. Tanamkan pada diri anak, bahwa kakakku dan adikku merupakan temanku sampai kapan pun. Hal ini dapat turut mengingatkan anak-anak bahwa mereka akan terus saling menjaga hingga dewasa kelak.

. Ayah dan Bunda, semoga kiat-kiat di atas dapat turut membantu ayah dan bunda dalam  mempererat hubungan anak-anak kita yah

Ditulis oleh Tiza Meidrina

Referensi:

Papalia, D.E. & Feldman, R.D. (2012). Experience human development. New York: McGraw-Hill Companies, Inc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>