5 Fakta Perkembangan Otak pada Masa Golden Age

By Rumah Dandelion

Kita sering mendengar bahwa lima tahun pertama kehidupan anak sangatlah penting dan bisa punya dampak berkepanjangan bagi masa depannya. Orangtua senantiasa diingatkan untuk memberi stimulasi usia dini secara optimal, agar tidak menyia-nyiakan masa golden age ini. Sebenarnya apa sih yang terjadi pada periode tersebut? Ternyata ini erat kaitannya dengan fakta perkembangan otak.

 

90% kapasitas otak terbentuk di 5 tahun pertama

Sebagian besar organ bayi sudah terbentuk (walau dalam ukuran mini) dan siap pakai saat ia lahir, seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal. Namun tidak demikian dengan otak. Saat lahir, ukuran otak bayi hanya 25% dari ukuran dewasa. Namun menjelang usia dua tahun akan mencapai 75%, dan di usia lima tahun mencapai 90%, hampir serupa dengan berat dan volume otak dewasa. Ini bukan berarti bahwa 90% informasi yang akan diketahui seseorang sepanjang hidupnya dipelajari di lima tahun pertama, melainkan lebih pada pembentukan struktur otak dan cara pemrosesan informasi yang akan mempengaruhi pembelajaran seumur hidup.

 

Pengalaman mempengaruhi perkembangan otak

Bayi terlahir dengan 100 milyar sel otak (neuron) tapi sambungan antar sel-sel otak (sinaps) ini belum terjalin. Tiap-tiap neuron menerima rangsangan melalui ujungnya yang seperti rambut halus, disebut dendrit. Dendrit ini dapat bertumbuh dan membuat cabang-cabang baru, layaknya pohon yang tumbuh dari tunas kecil dengan beberapa ranting. Dendrit secara biologis terprogram untuk cepat bertumbuh selama tahun-tahun awal kehidupan, namun perkembangannya juga ditentukan oleh rangsangan yang ia terima. Semakin kaya pengalaman, semakin kuat dendrit-dendritnya dan semakin mudah membangun koneksi sinaptik. Ibarat membangun jalan. Awalnya hanya jalur kecil menembus semak-semak, lama-kelamaan karena semakin sering digunakan, menjadi jalur terbuka kemudian jalan raya yang rata. Pengalaman baru akan membentuk cabang-cabang baru, sedangkan pengalaman berulang akan menguatkan jalur dan membuat informasi tersampaikan lebih cepat tanpa usaha berlebih.

 

Setiap detik, setiap menit, setiap jam saat bayi terbangun, koneksi sinaptik terbentuk melalui interaksi verbal dan fisik antara bayi dengan orangtua, kakak adik, dan pengasuh lain, serta saat bayi  mengeksplor lingkungannya. Saat bayi menangis dan ibu datang untuk menggendongnya, terbentuklah koneksi “ooohh…kalau aku begini, maka akan terjadi hal itu.” Bayi mengoceh dan ayah tersenyum, terbentuklah koneksi. Bayi menggoyang kerincingan dan berbunyi, terbentuklah koneksi. Bayi melihat gambar binatang warna abu-abu berbadan besar, berbelalai panjang, bertelinga lebar, dan bergading, lalu mendengar kata ‘gajah’, terbentuklah koneksi.  Perkembangan otak sangatlah unik, kombinasi antara genetik dan pengalaman individual.

              Foto: http://www.rch.org.au/ccch/publications-resources/grow-thrive/brain-development/

 

 

Koneksi antar sel-sel otak bisa hilang jika tidak digunakan

Di awal perkembangan otak, koneksi sinaptik yang terbentuk bisa mencapai triliunan, namun tidak semua akan bertahan. Dua tahun pertama adalah masa puncak pembentukan koneksi, saat otak memroses begitu banyak informasi: bahasa, temperatur, warna, bunyi, bau, tekstur, sebab akibat, dan sebagainya. Rutinitas harian seperti proses makan, mandi, dan bermain akan menguatkan sinaps tertentu dan membentuk jalur permanen. Sedangkan koneksi sinaptik yang tidak pernah dikuatkan melalui repetisi akan menghilang. Proses ini disebut neural pruning (pemangkasan). Misalnya saja saat mempelajari lagu-lagu. Kita bisa mendengar ratusan bahkan ribuan lagu, namun hanya yang sering diulang saja yang akan kita ingat. Kita bisa mendengar banyak bahasa dan dialek, namun berapa persen dari kita yang kemudian bisa fasih bicara dalam dua atau tiga bahasa?

 

Ibarat kota, ada banyak jalan dan rute untuk pergi dari lokasi A ke B. Dari pengalaman, kita belajar jalur mana yang tercepat dan paling efisien. Sebagai orangtua, kita punya kekuatan untuk menentukan jalur mana yang akan dikuatkan. Kuncinya adalah repetisi, rutinitas, dan penguatan (reinforcement). Contohnya saja, bila anak mendapat apa yang ia mau setiap kali ia berkata ‘tolong’ dan bukannya berteriak, itulah yang akan bertahan pada pola perilakunya.

 

Struktur otak awal resisten terhadap perubahan

Masih ada alasan lain mengapa masa batita patut mendapat perhatian lebih dari para orangtua dan pendidik. Struktur otak yang terbentuk di awal bisa dikatakan cukup resisten terhadap perubahan, termasuk bagian otak yang berhubungan dengan emosi, bagaimana individu merespon situasi yang terjadi. Bila orangtua selalu mengajak bayi berkomunikasi, memberikan berbagai pengalaman yang menarik, berkata-kata positif, menyentuh dan memeluk serta memberikan rasa aman, akan terbetuk fondasi yang positif pula. Sebaliknya, bila anak hidup dalam lingkungan yang kacau dan tidak mendukung, efek negatifnya pun bisa long lasting.

 

 

 

 

 

Otak bersifat plastis

Meskipun resisten, bukan berarti sama sekali tidak bisa diubah. Proses perkembangan otak akan selalu terjadi, ada kemampuan luar biasa untuk reka ulang struktur sebagai respon dari pengalaman. Tidak ada kata terlambat. Hanya saja, semakin tua kita, bisa semakin lama dan sulit prosesnya, karena telah melewati masa-masa sensitif dalam perkembangan otak. Mengubah kebiasaan lebih sulit daripada membentuk suatu kebiasaan di awal. Contohnya saja, selama ini kita diajarkan merah berarti berhenti lalu hijau berarti jalan. Bila tiba-tiba ada diberlakukan aturan yang berbeda, akan membingungkan sekali dan susah beralih. Ya kan?

 

Pemahaman tentang perkembangan otak pada masa golden age ini semoga membuat kita menjadi lebih sadar dan terdorong untuk memberikan stimulasi yang optimal sejak usia dini. Semangat ya untuk semua orangtua. Kita bisa!

 

Penulis: Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, Psi

 

Referensi:

  • Stamm, Jill. 2007. Bright from the Start: The Simple, Science-Backed Way to Nurture Your Child’s Developing Mind from Birth to Age 3. USA: Penguin Group Inc.
  • Lowe, Fergus dan Lowe, Brigid. 2013. Latihan Otak untuk Bayi. Jakarta: PT. Indeks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>