15 Fakta Tentang Bayi

By Rumah Dandelion

Mendengar kata Bayi, pasti yang terlintas di pikiran kita adalah lucu, gemas dan mungil. Tidak bisa dipungkiri, melihat bayi pasti membuat orang dewasa merasa begitu bahagia. Namun, terlepas dari kebahagiaan ketika melihat bayi, apakah parents sudah tahu hal-hal penting yang harus dikertahui tentang bayi? Nah, untuk para calon ibu dan ayah, sudah tahu belum? Pada artikel ini, Rumah Dandelion akan membahas mengenai 15 hal yang harus diketahui tentang bayi. Yuk kita Simak…

  • Pasti orangtua sudah sering mendengar mengenai pentingnya ASI bagi anak. Pemberian ASI pada bayi, harus segera dimulai segera setelah bayi lahir sampai paling tidak usia bayi 1 tahun. Sedangkan untuk pemberian ASI ekslusif dilakukan sampai dengan bayi berusia 6 bulan (Papalia & Feldman, 2012) .
  • Pemberian ASI pada bayi tidak hanya penting untuk kesehatan bayi yang baru lahir, namun juga memberikan manfaat untuk kontak fisik, kognitif dan keterikatan antara ibu dan bayinya.
  • Crying is something your baby is supposed to do! Jadi setiap bayi pasti akan menangis karena menangis merupakan cara bayi berkomunikasi pada kita. Pertanyaannya adalah, hal-hal apa saja yang membuat bayi menangis? Rasa lapar menjadi alasan utama bayi menangis. Selain itu, bayi juga dapat menangis karena ingin dipegang dan dan didekap, kedinginan atau sekadar ingin memastikan bahwa orangtuanya ada di dekatnya.
  • Pada umunya, pada minggu-minggu awal kelahiran, bayi menangis dengan rata-rata total yaitu 1 jam dalam sehari. Bila bayi menangis selama 3-4 jam tanpa berhenti, terjadi selama lebih dari 3 hari per minggu dan berlangsung selama 2-6 minggu pertama dari kelahiran, orangtua harus mencurigai kemungkinan bahwa bayi mengalami kolik (Oregon Health Authority, 2014).
  • Pada dasarnya, penyebab kolik tidak diketahui secara spesifik. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menenangkan bayi yang mengalami kondisi ini, diantaranya memainkan musik yang menenangkan dan berbicara dengan lembut pada bayi, memijat pelan si bayi, menaruh bayi pada bagian dada kita, menyelimuti dengan selimut sehingga bayi merasa hangat. Bila orangtua tetap mendapati si bayi terus menangis, segera konsultasikan ke dokter (Oregon Health Authority, 2014).
  • Bila pada hari-hari pertama kelahiran bayi, orangtua menemukan kulit pada bayi terkelupas dan seperti bersisik, tidak perlu khawatir yah Hal itu wajar terjadi pada bayi baru lahir. Keadaan tersebut merupakan cara tubuh bayi melidungi kulit dan menghindari infeksi (Papalia & Feldman, 2012). Dalam beberapa hari setelahnya, keadaan tersebut akan menghilang kok J.
  • Istilah bayi kuning pasti sudah sering kita dengar yah. Orangtua tidak perlu khawatir bila bayi anda mengalami hal ini. Pada kenyataannya, setengah populasi dari bayi normal yang baru lahir mengalami keadaan ini dan tidak berbahaya bagi bayi (Sydney Children’s Hospital, 2015). Namun, bila setelah dua minggu setelah kelahiran, orangtua masih menemukan keadaan ini, maka harus segera dikonsultasikan pada dokter.
  • Parents, mungkin sebagian dari kita masih suka bingung, apakah bayi boleh diberi asupan air mineral? Nah, dari hasil penelitian di bidang kesehatan, menjelaskan bahwa bayi usia 0-6 bulan sebaiknya tidak diberi asupan lain kecuali ASI. Hal itu dikarenakan, pemberian air mineral pada bayi akan sangat berbahaya bagi kesehatannya. Ketika bayi diberi air mineral, akan memengaruhi preferensinya untuk minum ASI, sehingga dapat menganggu asupan gizi dan suplai ASI pada ibu. Tidak hanya itu, pemberian air mineral juga dapat menjadi penyebab penurunan berat badan pada bayi (Williams, 2006).
  • Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, pemberian makanan pendukung ASI untuk bayi sudah diperbolehkan. Pada umumnya makanan pertama pada bayi yaitu, bubur yang dicampur dengan ASI atau susu formula. Tingkat tekstur makanan dapat ditingkatkan seiring waktu. Pertama dimulai dari bubur encer, bubur saring, bubur kasar tanpa disaring dan makanan lunak (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2016).
  • Ketika awal kelahiran bayi, pastilah orangtua ingin bermain dengan si bayi. Tapi apa daya, sepertinya si bayi keasikan tidur terus yah. Jangan kecewa yang parents, bayi baru lahir memang 75% dari sehari akan digunakannya untuk tidur. Jadi, hampir 18 jam si bayi tidur dalam sehari. Pada umunya, setiap 3-4 jam sekali, bayi akan bangun karena ia mulai merasa lapar (Papalia & Feldman, 2012).
  • Tidak dapat dipungkiri bahwa imunisasi merupakan hal yang penting bagi kesehatan bayi. Terdapat beberapa imunisasi yang penting untuk dilakukan bagi bayi diantaranya polio, BCG, campak, cacar dan influenza. Imunisasi untuk penyakit tersebut dilakukan dalam rentang usia 0-6 bulan.
  • Perkembangan bahasa pada bayi dimulai sejak ia baru lahir. Pada masa ini, bayi dapat menangkap suara, menangis dan juga berespon terhadap suara. Nah, memasuki usia 3 bulan bayi akan mengeluarkan suara seperti “Ahhh” yang sering disebut dengan Ketika memasuki rentang usia 6-10 bulan, bayi akan mengeluarkan suara “ma-ma-ma, ba-ba-ba”. Terkadang, orangtua kerap salah mengartikan ini dengan kata pertama yang dapat dikeluarkan bayi, padahal tidak. Hal ini dikarenakan, tidak ada makna atau maksud tertentu dari bayi mengeluarkan kata-kata tersebut. Barulah pada rentang usia 10-14 bulan, bayi mulai dapat mengucapkan satu kata untuk melabel suatu hal (Papalia & Feldman, 2012).
  • Anakku sudah usia 1 tahun, tapi belum bisa berjalan. Jangan khawatir dulu parents, karena rentang kemampuan anak belajar berjalan adalah antara usia 12-18 bulan. Setiap anak memiliki perkembangan yang unik, jadi selama masih sesuai dengan milestone perkembangannya jangan terlalu khawatir yah Tetap berikan stimulasi yang tepat bagi anak J.
  • Bayi memiliki refleks dalam tubuhnya, bila kita pernah melihat bayi memegang jari kita dan tidak dilepas selama beberapa saat, itu merupakan salah satu contoh refleks yang dimiliki bayi. Refleks tersebut diantaranya, refleks untuk menghisap, telapak kaki bayi yang menegang ketika disentuh jari atau refleks bayi menampilkan posisi terkejut dan seakan mau jatu atau yang kerap disebut moro reflex.
  • Tahukan parents bahwa ketika orangtua memainkan suara atau bernyayi dapat membuat bayi dibawah usia satu bulan tersenyum? Ternyata, cara kita berbicara dan mengajak bayi berkomunikasi sangat berpengaruh terhadap bayi. Memasuki usia dua bulan, bayi mulai dapat tersenyum karena adanya stimulus visual yang dilihatnya. Ketika bayi dapat tersenyum dan tertawa terhadap apa yang dialaminya, hal itu menandakan adanya partisipasi aktif dari bayi terhadap lingkungannya. Hal tersebut juga merupakan salah satu bentuk perkembangan psikososial bayi.

Nah itu dia parents, Hal-hal yang harus kita ketahui tentang bayi. Bila parents  ingin mengetahui lebih banyak mengenai tumbuh kembang anak dan stimulasinya, buku Panduan Tumbuh Kembang dan Stimulasi Anak Usia 0-5 Tahun yang ditulis oleh tim Rumah Dandelion dapat menjadi bahan bacaan yang cocok lho…

 

Referensi:

Ninditya, L. & Fadhila, S.R. (2016). Memberi makan pada bayi kapan apa dan bagaimana. Ikatan Dokter Anak  Indonesia. Retrieved from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana

Oregon Health Authority. (2014). Is my baby crying because she has colic? Retrieved from www.oregon.gov/oha/PH/HEALTHYPEOPLEFAMILIES/WIC/…/cip-colic-eng.pdf

Papalia, D.E. & Feldman, R.D. (2012). Experience human development. New York: McGraw-Hill Companies, Inc

Sydney Children’s Hospital. (2015). Jaundice in Newborn Babies. Retrieved from https://www.schn.health.nsw.gov.au/files/…/jaundice_in_newborn_babies-en.pd

Williams, H. G. (2006). ‘And not a drop to drink-why water is harmful for newborns. Breastfeeding Review, 14(2), 5.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>