Laporan Bincang-Bincang: Menjadi Orangtua Efektif di Era Digital

By Rumah Dandelion

“Kapan sih anak boleh diperkenalkan ke gadget?”

“Berapa lama bolehnya?”

“Bagaimana sih cara batasi waktu main gadget?”

Di era yang serba digital ini, wajar kalau pertanyaan-pertanyaan di atas sering terbersit di benak orang tua. Gadget sepertinya menjadi momok yang membuat galau para ibu dan ayah. Dari kegiatan-kegiatan Rumah Dandelion terdahulu pun, tidak sedikit yang mengusulkan untuk mengangkat tema teknologi. Maka dari itu, di Bincang-bincang Rumah Dandelion bulan April ini, kami membahas tentang bagaimana penerapan teknologi yang efektif di dalam keluarga.

Kegiatan kali ini bertempat di Rimba Baca, perpustakaan ramah anak di daerah Cilandak. Begitu masuk, langsung disambut dengan suasana yang sangat homey. Nyaman sekali untuk tempat ngobrol-ngobrol. Seminar diadakan di lantai 2 Rimba Baca. Sementara orang tua seminar, anak bisa menunggu dengan asyik di lantai 1 sambil membaca-baca buku.

Pembicara dari tim Rumah Dandelion kali ini adalah Carmelia Riyadhni, S.Psi dan Agstried Piether, Psi. Setelah sesi perkenalan tentang apa dan siapa Rumah Dandelion, seminar pun dimulai. Dalam waktu kurang lebih 90 menit, para pembicara mengulas berbagai isu yang terkait dengan teknologi dan pengasuhan. Di awal sesi, fokus bahasan lebih ke berbagai jenis paparan teknologi yang didapat anak dan dampaknya pada perkembangan anak, positif maupun negatif. Paparan teknologi itu bukan hanya dari gadget lho, tapi termasuk juga televisi dan layar lebar (film bioskop). Istilahnya “screen time”.

Dalam sehari, berapa jam ya kira-kira “screen time” yang didapat anak-anak kita? Apakah sudah diimbangi oleh kegiatan aktif lainnya? Bagaimanapun interaktifnya sang layar, tidak ada yang menyamai interaksi langsung dengan orang tua ataupun teman sebaya. Ini yang jadi bahasan selanjutnya: bagaimana teknologi bisa jadi kawan dan bukan lawan. Teknologi bisa jadi positif, negatif, atau efektif, bergantung pada bagaimana orang tua menjalankan perannya dan memberikan batasan.

Misalnya saja, dengan menerapkan ratio 1:5. Setiap 20 menit “screen time”, maka perlu 100 menit kegiatan aktif seperti membaca buku, main di taman, atau membuat prakarya. Di sesi akhir seminar sebelum tanya jawab, para pembicara mengulas tentang strategi praktis yang bisa diterapkan oleh orang tua di rumah untuk membatasi “screen time”.   Setiap peserta pun mendapatkan “reward chart” yang bisa dipakai di rumah.

(sumber: kidsactivitiesblog.com)

Selama seminar, para pembicara juga berbagi tentang kasus-kasus yang biasanya dialami orang tua terkait teknologi. Contoh: anak yang tidak mau makan kalau tidak sambil nonton, televisi yang selalu menyala walau hanya menjadi background noise, orang tua yang menggunakan gadget untuk mencegah anak ‘berisik dan rewel’ di tempat umum, dan sebagainya. Selingan video juga membuat suasana menjadi lebih cair.

Sambil mengikuti seminar, para peserta juga mendapat homemade yummy treats dari Aisha Kitchen. Ada macaroni panggang, ecclaire, dan cupcake yang enak dan sehat.

Di akhir kegiatan, tentunya tidak lupa dong foto bersama J Sampai jumpa di acara Rumah Dandelion berikutnya ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>