Kisah Kumpul-Kumpul: Permainan Sensori (6 Desember 2014)

By Rumah Dandelion

Pada hari Sabtu, 6 Desember 2014 menjadi hari perdana Kumpul-kumpul di Rumah Dandelion yang diselenggarakan di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Tema yang diangkat kali ini adalah permainan sensori dengan peserta anak usia 1.5 hingga 3 tahun yang didampingi oleh ibunya, bapaknya, dan ada pula dengan neneknya. Seru deh!!

Apa saja sih permainan sensori saat Kumpul-kumpul di Rumah Dandelion?

  • Dance and Freeze
    Permainan ini melibatkan gerak motorik kasar, kemampuan mengikuti instruksi, keterampilan kontrol diri, serta mempertajam kemampuan mendengar. Terlihat jelas peserta begitu antusias saat mendengar lagu upbeat dan mengikuti instruksi untuk diam saat lagu dimatikan.

Dance and Freeze

    • Sniff Sniff
      Sniff sniff menguji kekuatan indera penciuman peserta. Dengan menutup mata, usia peserta 1.5 hingga 3 tahun sudah dapat membedakan benda melalui penciuman mereka. Hebat yaaa!!
    • Mengejar cahaya
      Dengan menggunakan cahaya senter sebagai umpan, peserta semangat mengejar umpan cahaya yang disorot ke tembok, lantai, atau di sekeliling mereka. Terlihat sangat sederhana, tetapi permainan ini ternyata dapat mengasah kekuatan penglihatan.

Mengejar Cahaya

      • Sama atau Beda
        Nah kali ini, peserta menggunakan kemampuan indera pengecap. Sangat menyenangkan melihat rasa penasaran peserta saat mereka mencoba gula, garam, dan kayu manis. Ekspresi mereka beragam. Dengan cara ini, orang tua jadi dapat melatih anak supaya menjelaskan apa yang dirasakan melalui indera pengecap mereka.
      • Let’s Gets Messy
        Messy or learning? Itu yang ingin diangkat pada permainan kali ini. Biasanya orang tua malas dengan permainan kotor-kotor tetapi kali ini mereka membiarkan peserta untuk berkotor ria. Kenapa? Karena permainan yang berkotor-kotor belum tentu jelek, dan dapat dijadikan salah satu cara anak-anak belajar. Dalam permainan Let’s Gets Messy, tim Rumah Dandelion menyediakan wadah-wadah (sensory bin) dengan macam-macam isi yang beragam tesktur, warna, bentuk, dan alat manipulasinya. Ada yang isinya water beads dan es, beras warna-warni, foam, mie, serta tepung dan minyak. Anak dapat memperkaya kosa kata dan belajar berbagai konsep baru seperti kenyal, lembek, remas, apung, tuang, menyerap, meleleh, tumpah, dan lainnya. Anak melatih motorik halusnya melalui kegiatan tuang-tuang, meremas, dan menjepit, serta mengembangkan kemampuan psikososial mereka saat berbagi mainan dengan yang lain.

Sensory Bin

Seru kaaaaaan?

Selama permainan, peserta mengikuti alur dengan semangat. Melalui kegiatan ini, orang tua diharapkan mengetahui bahwa hal-hal sederhana di sekitar mereka dapat menjadi alat permainan positif, misalnya: daun sirih di halaman depan, bantal di rumah, atau busa sabun saat mandi. Untuk tahu manfaat permainan sensori secara lebih mendalam, baca di artikel ini ya. Kalau mau cari inspirasi permainan sensori apalagi yang bisa dilakukan di rumah, bisa lihat di presentasi ini.

Perjumpaan ditutup dengan benyanyi bersama dan sharing antara orang tua dengan psikolog Rumah Dandelion.

Sampai jumpa di kumpul-kumpul di Rumah Dandelion lain waktu!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>