Kisah Kumpul-Kumpul: Mengelola Emosi Anak (7 Desember 2014)

By Rumah Dandelion

Pada kegiatan Kumpul-kumpul di Rumah Dandelion hari ini, kami mengundang orang tua yang memiliki anak usia 3-5 tahun untuk membahas tentang emosi. Kegiatan dibuka dengan perkenalan tentang Rumah Dandelion dan bernyanyi bersama untuk menghangatkan suasana. Ada yang masih malu-malu dan memilih untuk mengamati saja, ada yang langsung asyik dengan mic dan bernyanyi dengan semangat. Orang tua juga tidak kalah semangat. Yup, kalau lagi acara Kumpul-kumpul di Rumah Dandelion, orang tua memang dilarang untuk jaim yah! Semakin kita antusias, anak pun akan semakin nyaman dan bersemangat juga mengikuti kegiatan.

Usai bernyanyi, anak asyik mendengarkan cerita tentang Ralph. Dari cerita ini, anak belajar tentang beragam jenis emosi dari kejadian-kejadian yang dialami Ralph, seperti emosi senang saat dibelikan boneka oleh ayah, sedih saat ayah harus pergi dinas keluar kota, khawatir bonekanya rusak saat dimainkan oleh teman, dan kesal saat temannya tidak mau mengembalikan boneka kesayangan. Anak diajak menyelami perasaan Ralph, dan memahami bahwa wajar bila dalam sehari mereka mengalami bermacam-macam emosi. Orang tua pun didorong untuk sering-sering mengajak anak mengobrol tentang perasaan mereka, untuk membantu anak mengenali emosi “oh, kamu marah ya karena tadi temanmu merebut mainan”, “oh kamu iri ya karena mama lagi sibuk urus adik”, atau lainnya. Ini adalah dasar bagi anak untuk mengembangkan kemampuan kontrol emosinya.

Setelah asyik mendengarkan cerita, sekarang anak-anak diajak untuk menuangkan perasaan melalui gambar. Wah, mereka tampak senang dan asyik sekali berkreasi, bahkan ada yang membuat hingga 2-3 gambar lho. Di sesi ini, orang tua didorong agar lebih jeli dalam mengenali emosi anak yang dituangkan melalui gambar dan pemilihan warna, karena sebagian besar anak usia dini belum menjadi penutur kata yang baik. Secara psikologis, setiap warna memang memiliki makna tertentu. Lengkapnya dapat dibaca di sini.

Menggambar

Pada sesi berikutnya, anak-anak dan orang tua diajak untuk bereksperimen. Melalui pengalaman kongkrit ini, anak dapat melihat apa sih yang dapat terjadi ketika emosi tidak disalurkan. Kalau mereka merasa ada yang mengganjal di hati atau ada trasa tidak enak dalam hati, tetapi hanya dipendam dan ditumpuk terus-menerus, lama-lama bisa meledak! Akhirnya yang keluar perilaku marah-marah, tantrum, atau agresif. Seru sekali waktu kegiatan ini! Ada yang takut sih ketika mendengar suara ledakan, tapi sebagian besar justru excited! ^^ Melalui sesi ini, orang tua pun diingatkan bahwa jangan sampai melarang anak untuk marah. Marah itu wajar, ungkapkan marah itu boleh (justru perlu), hanya caranya saja yang perlu diperhatikan. Aturan utama: tidak menyakiti diri sendiri/ orang lain atau merusak barang.

Ledakan Emosi

Jadi bagaimana dong cara marah yang baik? Inilah bahasan pada sesi ketiga. Anak dan orang tua dapat mengetahui bahwa ada cara untuk mengalihkan atau mengekspresikan emosi dengan cara yang dapat lebih diterima secara sosial. Mereka pun diajak untuk mencobakannya secara langsung. Teknik-teknik kelola emosi selengkapnya dapat dibaca di sini.

Harus Bagaimana Saat Marah

Semua bahasan telah diberikan, penanda kegiatan akan berakhir. Namun sebelum pulang, orang tua diberikan penjelasan tentang chart emosi. Tim Rumah Dandelion telah menyiapkan chart emosi ini untuk dibawa pulang dan dipergunakan di rumah. Diharapkan, chart ini dapat menjadi media bagi orang tua dan anak untuk mengkomunikasikan emosi yang dirasakan dan menggali situasi yang memicu ragam emosi tersebut.

Chart Emosi

Nah…selesailah rangkaian kegiatan Kumpul-kumpul di Rumah Dandelion hari ini. Anak dan orang tua pun beranjak dari tempat duduk masing-masing dan berpamitan.

Sayonara..sayonara….sampai berjumpa pula…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>